Cahyo Harjo Dorong Guru Olahraga Cetak Atlet Sepak Bola dan Futsal Berprestasi

0

Ringkasan Berita:

  • Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso mendorong guru olahraga meningkatkan kompetensi untuk mencetak atlet sepak bola dan futsal berprestasi.
  • Dorongan itu disampaikan saat pembukaan Coaching Clinic Sepak Bola dan Futsal di Hotel Narita, Surabaya, Senin (26/10/2026).
  • Cahyo mendukung sertifikasi pelatih dan penguatan pembinaan olahraga di lingkungan sekolah.
  • Pengembangan olahraga diharapkan lebih mandiri melalui inovasi dan kolaborasi, tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong peningkatan kompetensi guru olahraga untuk mencetak atlet sepak bola dan futsal berprestasi. Dia juga mendukung sertifikasi pelatih agar pembinaan atlet semakin profesional sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem olahraga yang mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Hal itu disampaikan Cahyo saat pembukaan Coaching Clinic Sepak Bola dan Futsal untuk penguatan kapasitas pelatih dan guru olahraga di Hotel Narita, Surabaya, Senin (26/10/2026). Dia mengapresiasi inisiatif Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur yang secara khusus meningkatkan kompetensi guru olahraga di satuan pendidikan.

“Dalam mencetak generasi muda yang kuat dan atlet berprestasi secara berkelanjutan, dibutuhkan fondasi yang kuat. Fondasi utama itu ada pada pelatih-pelatih kita, terutama pelatih di satuan pendidikan,” ujar Cahyo.

Menurut dia, sepak bola dan futsal memiliki basis peminat yang luas di masyarakat, termasuk di lingkungan permukiman dan sekolah. Potensi tersebut perlu diimbangi dengan standar kepelatihan profesional agar bakat anak-anak dapat berkembang menjadi prestasi.

“Potensi tidak bisa menjadi suatu prestasi kalau tidak diimbangi dengan fondasi yang kuat, profesional, dan berkelanjutan. Karena itu, sinergi DPRD Jawa Timur, Dispora, dan guru-guru di satuan pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas anak didik kita,” katanya.

Cahyo menyebut pengembangan olahraga pendidikan juga sejalan dengan tiga pilar Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Jatim Sehat, Jatim Cerdas, dan Jatim Harmoni. Olahraga, kata dia, tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga membentuk karakter, sportivitas, dan persatuan.

“Peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak hanya tentang penyembuhan atau kuratif, tetapi juga harus ada upaya promotif dan preventif. Ketika guru olahraga mengajak anak-anak berolahraga, itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kebugaran mereka,” tutur pria yang juga Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.

Dia menambahkan, kompetisi olahraga mengajarkan kerja sama dan kemampuan menghadapi tantangan. Nilai tersebut menjadi bekal bagi peserta didik untuk berkembang menjadi generasi yang tangguh.

“Kalau menang olahraga, apalagi futsal dan sepak bola, kita menjadi satu sebagai anak bangsa. Ada yang menjadi striker, kiper, dan bek, tetapi semuanya bekerja sama untuk menyukseskan tim,” ujar dia.

Cahyo berharap pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi berlanjut pada sertifikasi dan pengembangan kemandirian pelatih. Dengan begitu, pelatih berpeluang menyelenggarakan kejuaraan dan membangun ekosistem olahraga secara mandiri.

“Olahraga kalau mau naik kelas tidak bisa mengandalkan APBD atau anggaran pemerintah saja. Harus inovatif, kreatif, dan dilakukan dengan kebersamaan,” tegas dia.

Dia mengingatkan, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari gelar juara, tetapi juga dari kemampuan membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.

“Kalau atlet atau tim kita tidak menjadi juara satu, jangan sedih dan jangan murung. Tetap terus berjuang karena sumbangsih kita adalah mencetak generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” pungkasnya. [asg/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.