Dari Filipina ke Miangas, Prabowo Bawa Bantuan dan Program Besar untuk Nelayan

0

Pulau Miangas (beritajatim.com) — Usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Presiden RI Prabowo Subianto langsung bertolak ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). Di Miangas, Prabowo meninjau sektor kesehatan di Pulau Miangas sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat setempat.

Prabowo tiba di Bandar Udara Pulau Miangas dan langsung disambut oleh Bupati Talaud Welly Titah, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, hingga Kapolres Talaud AKBP Arie Sulistyo.

Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Pulau Miangas merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah paling utara Tanah Air dan menjadi tapal batas antara Indonesia dan Filipina. Pulau ini memiliki sekitar 823 penduduk yang terdiri dari 232 kepala keluarga (KK) dengan luas wilayah kurang lebih 3,5 kilometer persegi.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga menyebut pemerintah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah pesisir Indonesia. Menurutnya, sebanyak 1.386 kampung nelayan akan diresmikan hingga akhir tahun ini demi meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Kita akan besar-besaran perbaiki kondisi nelayan seluruh Indonesia kita perbaiki. Tahun ini, bulan Desember akan kita resmikan 1.386 desa nelayan seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan KNMP akan dilengkapi fasilitas modern yang menjadi kebutuhan utama para nelayan, seperti lemari es penyimpanan hingga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN). Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan sekaligus memperkuat rantai distribusi perikanan nasional.

“Di desa nelayan nanti akan ada pembuat es, desa nelayan punya es, supaya semua nelayan punya es. Kemudian, akan ada udang benih, cold storage (lemari es penyimpanan), juga akan ada tempat SPBU nelayan, solar khusus untuk nelayan,” tuturnya.

Keberadaan pabrik es dan lemari es penyimpanan merupakan hal penting untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan agar tetap segar sebelum dipasarkan. Sementara SPBN akan mempermudah akses solar dengan harga yang lebih terjangkau bagi para nelayan.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo pun berharap agar salah satu kampung nelayan dapat segera dibangun di wilayah yang dikunjunginya. Ia optimistis pembangunan dapat berjalan cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. “Mudah-mudahan ada satu desa nelayan di sini dalam waktu yang tidak lama lagi,” ucapnya.

Dengan demikian, dalam beberapa waktu dekat, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi sentra perikanan yang lebih maju dengan dukungan infrastruktur yang memadai. “Lima bulan saudara akan punya desa nelayan yang cukup bagus ya, sudah ada lapangan terbang mungkin. Hasil ikannya bisa kita pasarkan biar penghasilannya tambah,” ujar dia.

Selain membangun KNMP, pemerintah juga menyalurkan bantuan kapal bagi nelayan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan jangkauan penangkapan ikan. Bertalian dengan itu, Prabowo menyerahkan kapal berukuran 15 gross ton (GT) kepada masyarakat nelayan. “Hari ini kita beri bantuan, satu kapal berapa besarnya 15 gross ton, besar juga itu, luar biasa itu,” tuturnya.

Program KNMP menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ekonomi maritim nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan dukungan fasilitas terpadu, pemerintah berharap nelayan Indonesia dapat lebih produktif, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih baik di sektor perikanan. (kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.