Update Haji 2026: 63.822 Jemaah Indonesia Tiba di Makkah, Kemenhaj Perkuat Layanan

0

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 63.822 jemaah haji Indonesia dari 165 kloter telah tiba di Makkah untuk persiapan puncak haji.
  • Kemenhaj RI memperkuat layanan akomodasi di 180 hotel Makkah dan distribusi 2,7 juta boks konsumsi.
  • Layanan Bus Shalawat mengoperasikan 17 rute aktif guna mendukung mobilitas jemaah ke Masjidil Haram.
  • Jemaah diimbau waspadai cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang mencapai suhu 42 derajat Celsius.

Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat seluruh lini layanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah guna memastikan kesiapan fisik dan mental menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M.

Hingga Sabtu (9/5/2026), tercatat sebanyak 63.822 jemaah haji Indonesia telah berada di Kota Kelahiran Nabi untuk melaksanakan umrah wajib dan memantapkan ibadah.

Data terbaru dari Kemenhaj menunjukkan bahwa pada hari ke-19 masa operasional, total 303 kloter dengan jumlah 117.452 jemaah telah diberangkatkan dari Tanah Air.

Dari jumlah tersebut, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap, mencakup 63.822 jemaah yang didampingi oleh 660 petugas.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, bahwa situasi di Makkah saat ini mulai dipadati jemaah gelombang pertama dan sebagian gelombang kedua yang mendarat di Jeddah.

Tercatat, sebanyak 10.731 jemaah gelombang kedua telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah.

Optimalisasi Akomodasi dan Konsumsi

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah stabilitas layanan agar jemaah dapat fokus sepenuhnya pada ibadah.

Di Makkah, Kemenhaj telah menyiapkan 180 hotel untuk menampung jemaah, sementara di Madinah tercatat 94 hotel masih melayani sisa kloter yang belum bergeser.

“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan di Makkah.

Terkait logistik makanan, Kemenhaj melaporkan telah mendistribusikan total 2.782.118 boks makanan. Sebaran distribusi ini mencakup 2.129.003 boks di Madinah dan 653.115 boks di Makkah. Angka ini akan terus meningkat seiring bertambahnya populasi jemaah di wilayah Makkah menjelang masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Mobilitas dan Kewaspadaan Cuaca Panas

Di sektor transportasi, Bus Shalawat menjadi tumpuan utama mobilitas jemaah Indonesia. Saat ini, 17 rute aktif telah dioperasikan dengan total 969 trip per hari guna mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram. Layanan ini menjadi krusial untuk mencegah jemaah kelelahan akibat berjalan kaki di tengah cuaca ekstrem.

Ichsan Marsha mengingatkan jemaah agar selalu mengenali rute bus dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi suhu di Arab Saudi yang saat ini menyentuh angka 38 hingga 42 derajat Celsius.

“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan.

Update Kesehatan dan Komitmen Pelayanan

Hingga saat ini, tercatat 19.549 jemaah telah menjalani rawat jalan, sementara 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 352 lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya 20 jemaah haji Indonesia hingga periode 8 Mei 2026. Seluruh hak jemaah wafat dipastikan akan dipenuhi sesuai prosedur yang berlaku.

Kemenhaj berkomitmen bahwa visi “Haji Ramah Lansia” bukan sekadar formalitas. Penguatan petugas di setiap titik hotel dan terminal bus dilakukan untuk memastikan kelompok rentan, disabilitas, dan perempuan mendapatkan bantuan prioritas.

“Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan,” tutup Ichsan. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.