Demonstran Pro MBG Tuding ada Pengkhianat Bangsa yang Bikin Negara Tak Kondusif
Jember (beritajatim.com) – Ribuan demonstran pendukung program Makan Bergizi Gratis memenuhi halaman Gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026). Mereka menuding ada pengkhianat bangsa yang tidak suka dengan program tersebut.
Dalam pernyataan sikap aksi unjuk rasa yang dikoordinasi Agus Nur Yasin itu, para demonstran mengecam keras pengkhianat bangsa yang sengaja melakukan adu domba, ujaran kebencian, serta membuat negara tidak kondusif.
Mereka mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pengkhianat bangsa yang sengaja melakukan adu domba, ujaran kebencian, serta membuat negara tidak kondusif. Tidak dijelaskan dalam pernyataan sikap tersebut mengenai sosok pengkhianat yang dimaksud.
Yang jelas, mereka berkomitmen untuk mendukung dan mengawal program strategis Pemerintah Republik Indonesia, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
“Kedua, mendesak Bapak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Agus dalam pernyataan sikapnya.
Mereka juga mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki sistem dan tata kelola yang bersih dan transparan serta melakukan evaluasi internal secara menyeluruh hingga ke level Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah.
Mereka mendukung Prabowo Subianto untuk terus melanjutkan program MBG dan program strategis lainnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.
Mereka bertekad membersamai Prabowo di garda terdepan dalam komitmen memutus rantai kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Bapak Prabowo tidak sendirian, ada jutaan murid, ada jutaan pekerja, ada jutaan pengusaha serta ada jutaan petani yang siap membantu Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera sesuai amanah UUD 1945,” demikian pernyataan sikap tersebut.
Di sela-sela aksi unjuk rasa, Agus mengatakan ada pihak-pihak yang menginginkan program itu dihilangkan.
“Bagi kami program tersebut manfaatnya sudah banyak. Okelah, mungkin ada kekurangan, ada kekeliruan, ada kesalahan, yang tidak harus membuat program itu ditiadakan. Namun, perlu perbaikan-perbaikan yang terus-menerus hingga program itu bisa mendekati kesempurnaan,” katanya.
Agus mengatakan kesalahan dan kekurangan dalam pelaksanaan MBG tidak perlu menjadi alasan untuk meniadakan program tersebut.
“Tetapi lakukan evaluasi, kemudian perbaikan sistem mulai dari BGN sendiri di pusat maupun sampai tingkatan SPPG,” katanya. [wir/kun]
Link informasi : Sumber