Dewan Pendidikan Magetan Minta Sarpras Sekolah Dipetakan Komprehensif

0

Magetan (beritajatim.com) – Dewan Pendidikan Magetan meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah secara komprehensif sebelum menentukan prioritas pembangunan.

Langkah tersebut dinilai penting agar perbaikan tidak hanya berfokus pada toilet, tetapi juga menyasar ruang kelas dan fasilitas pendidikan lain yang kondisinya mendesak.

Ketua Dewan Pendidikan Magetan, Muries Subiantoro, mengatakan pihaknya sejak awal telah memberikan saran, masukan, hingga rekomendasi terkait kebutuhan sarpras sekolah.

Menurutnya, pemetaan kondisi sekolah perlu dilakukan secara berkala agar pemerintah memiliki dasar yang jelas dalam menentukan fasilitas mana yang harus segera diperbaiki.

“Dewan Pendidikan itu terbentuk sebenarnya kami sudah memberikan semacam apa ya saran masukan maupun rekomendasi khususnya terkait sarana prasarana sekolah,” ujar Muries, Jumat (28/8/2026)

Ia menjelaskan, pemetaan tersebut semestinya mencakup seluruh fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Mulai dari ruang pembelajaran dan ruang kelas, pengadaan buku, pengembangan perpustakaan, lapangan olahraga yang layak, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Menurut Muries, Dinas Pendidikan idealnya memiliki skema pemetaan dan skala prioritas setiap tahun. Sekolah dapat dikategorikan berdasarkan kondisi sarpras, mulai dari fasilitas yang masih baik, membutuhkan perbaikan sebagian, hingga mengalami kerusakan berat dan harus segera ditangani.

“Yang kedua terkait persoalan toilet ini kan sebenarnya ini kan muncul ketika kunjungan lapangan Pak Wabup ya terkait di sekolah-sekolah yang ternyata melihat kondisi toilet di sekolah khususnya di SD itu memang kurang layak dari sisi kebersihan, dari mungkin sanitasi dan seterusnya,” katanya.

Temuan kondisi toilet tersebut kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Magetan untuk melakukan perbaikan fasilitas sanitasi sekolah. Namun, Muries menilai program tersebut seharusnya berjalan beriringan dengan penanganan sarpras lainnya.

Toilet yang mengalami kerusakan berat, tidak dapat digunakan, tidak memiliki aliran air, atau mengalami masalah sanitasi memang perlu menjadi prioritas. Tetapi, apabila terdapat ruang kelas yang kondisinya lebih membahayakan siswa, fasilitas tersebut juga harus ditempatkan sebagai prioritas utama.

“Yang paling penting ini itu sebenarnya bukan persoalan apakah toilet atau non toilet dulu yang harus dibangun tetapi skala prioritas semua sarana prasarana yang ada di Magetan itu dipetakan dulu,” tegasnya.

Muries memberikan gambaran, apabila sebuah sekolah memiliki ruang kelas yang rusak parah hingga berpotensi roboh, maka ruang kelas tersebut harus segera diperbaiki. Sebaliknya, apabila ruang pembelajaran masih dalam kondisi baik tetapi toilet sekolah sudah tidak layak digunakan, perbaikan toilet dapat menjadi prioritas.

Pemetaan yang akurat juga dinilai dapat mencegah penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran. Sebab, menurut Muries, tidak seluruh sekolah di Magetan memiliki persoalan sarpras yang sama. Ada sekolah yang membutuhkan perbaikan ruang kelas, sementara sekolah lainnya lebih membutuhkan pembenahan fasilitas sanitasi.

Dari sisi pendanaan, pembangunan maupun rehabilitasi sarpras sekolah juga tidak harus seluruhnya mengandalkan APBD. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Proses pembangunan sarana prasarana itu kan tidak hanya dalam konteks itu tidak harus lewat APBD, mungkin lewat bantuan-bantuan DAK atau mungkin bantuan-bantuan lain dari jalur yang ada di pemerintah pusat maupun provinsi itu kan bisa digunakan, bisa dijadwalkan,” jelasnya.

Menurut Muries, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Magetan pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Karena itu, perencanaan pembangunan harus dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Jadi menurut saya dua-duanya dalam konteks DPRD maupun pemerintah kabupaten itu sebenarnya kan esensinya kan punya tujuan yang sama untuk bisa meningkatkan, memperbaiki semua fasilitas sarana prasarana sekolah demi kemajuan pendidikan di Magetan,” ujarnya.

Ia berharap pemetaan sarpras dapat segera dilakukan secara menyeluruh sehingga pemerintah dapat menyusun skala prioritas dengan lebih hati-hati. Dengan demikian, pembangunan toilet maupun fasilitas pendidikan lainnya dapat berjalan beriringan dan benar-benar menyasar sekolah yang paling membutuhkan.

“Menurut saya yang memang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan secara komprehensif, skala prioritas mana baik apakah itu ruang kelas maupun toilet yang benar-benar harus segera diperbaiki. Nah itu yang menurut saya tidak bisa dilepas, harus segera dieksekusi,” pungkas Muries. [fiq/ted]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.