DPRD Magetan Dorong Kampus UNESA Dibangun di Tawanganom atau Bendo, Bukan Tengah Kota

0

Magetan (beritajatim.com) – DPRD Magetan mendorong pembangunan kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tahap berikutnya diarahkan ke wilayah pinggiran kota. Dua lokasi yang dinilai strategis yakni Kelurahan Tawanganom dan Kecamatan Bendo.

Sekretaris Komisi A DPRD Magetan, Didik Haryono, mengatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung pembangunan kampus UNESA untuk tahap berikutnya. Namun, Pemkab Magetan dinilai perlu mempertimbangkan lokasi pembangunan dengan melihat dampak jangka panjang terhadap perkembangan wilayah.

Menurut Didik, saat ini terdapat tiga aset daerah yang dinilai strategis dan dapat menjadi opsi untuk pembangunan kampus UNESA. Ketiganya berada di Kelurahan Kebonagung, Kelurahan Tawanganom, dan Kecamatan Bendo.

“Prinsipnya kami mendukung pembangunan kampus UNESA untuk tahap berikutnya. Akan tetapi, saat ini Pemkab punya tiga aset yang sama-sama strategis,” kata Didik, Sabtu (1/8/2026)

Ia menyebut, aset di Kelurahan Tawanganom memiliki luas sekitar 16,7 hektare. Sementara aset di Kecamatan Bendo sekitar 13 hektare dan di Kelurahan Kebonagung sekitar 14 hektare.

Dari tiga pilihan tersebut, Didik menilai pembangunan kampus UNESA sebaiknya tidak ditempatkan di Kelurahan Kebonagung yang berada di kawasan tengah kota. Sebab, keberadaan kampus berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas dan memicu kemacetan apabila tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur.

“Menurut kami pembangunan kampus jangan dilakukan di tengah kota di Kebonagung karena nanti punya efek yang cukup panjang, misalnya kepadatan lalu lintas dan kemacetan. Yang kedua, perlu antisipasi pengembangan wilayah perkotaan,” ujarnya.

Karena itu, DPRD Magetan mengusulkan dua lokasi alternatif yang dinilai lebih representatif, yakni Tawanganom dan Bendo. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki lahan yang cukup luas sekaligus berpotensi menjadi pemicu pertumbuhan kawasan baru di Magetan.

Untuk Tawanganom, lahan yang tersedia mencapai sekitar 16,7 hektare. Lokasi tersebut berada di sisi barat Magetan sehingga pembangunan kampus di kawasan itu diharapkan dapat mendorong pemerataan perkembangan wilayah.

“Di Tawanganom ini luasnya cukup luas, sekitar 16 hektare, kemudian berada di Magetan sisi barat,” jelas Didik.

Sementara itu, Kecamatan Bendo memiliki lahan sekitar 13 hektare. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di wilayah timur Magetan dan memiliki keterkaitan dengan kawasan pendidikan UNESA yang telah ada di Mospati.

“Di Bendo itu luasnya 13 hektare, cukup representatif di wilayah timur dan itu nyambung dengan kampus UNESA yang kampus lima sekarang di Mospati. Bendo, Mospati ini kan sejalur,” katanya.

Didik menilai keberadaan kampus UNESA tidak hanya penting dari sisi pendidikan, tetapi juga dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan di luar pusat kota.

Ia berharap pembangunan kampus tersebut nantinya mampu menjadi titik tolak pengembangan wilayah di sisi barat maupun timur Magetan. Sebab, kawasan pinggiran dinilai membutuhkan pemicu agar pertumbuhannya dapat lebih cepat dan merata.

“Kami berharap adanya kampus UNESA itu bisa menjadi titik tolak pembangunan kawasan. Kalau kota ini nanti bisa maju sendiri, tetapi daerah pinggiran sisi barat atau sisi timur itu butuh sentuhan, butuh pemicu. Kampus itu salah satunya,” tuturnya.

Karena itu, DPRD Magetan meminta Pemkab mempertimbangkan secara matang lokasi aset yang akan dihibahkan untuk pembangunan kampus UNESA. Didik menyebut Tawanganom dan Bendo sebagai dua opsi yang layak dipertimbangkan dengan mempertimbangkan aspek pemerataan pembangunan dan pengembangan kawasan jangka panjang.

“Oleh sebab itu kami berharap Pemkab ini menjadikan itu sebagai pertimbangan dalam menghibahkan aset. Ada opsi di Kecamatan Bendo atau di Tawanganom,” pungkasnya.Jika ingin, saya juga bisa membuatkan 5 judul SEO yang lebih kritis dan menarik dengan angle DPRD menolak kampus UNESA dibangun di tengah kota. [fiq/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.