Fase Pemberangkatan Rampung, Kemenhaj Fokus Matangkan Layanan Puncak Armuzna

0

RINGKASAN BERITA:

  • Fase pemberangkatan selesai dengan total 527 kloter membawa 202.643 jemaah haji reguler Indonesia menuju Arab Saudi.
  • Kemenhaj RI mengalihkan fokus operasional penuh untuk mematangkan kesiapan maktab, katering, dan logistik di Armuzna.
  • Atribut dan spanduk ilegal milik KBIHU di tenda Arafah-Mina dilarang keras dan akan dicopot paksa oleh petugas.
  • Bus Shalawat resmi dihentikan sementara per Jumat, 5 Dzulhijjah pukul 18.00 WAS dan aktif kembali pada 14 Dzulhijjah.

Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan seluruh fase pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari tanah air menuju Arab Saudi telah rampung terlaksana dengan total mobilisasi mencapai 527 kelompok terbang (kloter).

Selesainya arus kedatangan massal ini menandai peralihan fokus operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara mutlak untuk mematangkan kesiapan logistik, spasial, dan proteksi kesehatan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kepastian rampungnya gelombang pemondokan ini memberikan kelegaan besar serta jaminan pelayanan positif bagi pihak keluarga di tanah air.

Terlebih, 203.320 kuota jemaah haji reguler yang kini telah terkonsentrasi di Makkah dipastikan dalam pengawalan ketat terintegrasi, guna menghadapi paparan suhu panas ekstrem musim haji 1447 H/2026 M yang menyentuh angka menyengat 44 derajat Celsius.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengonfirmasi bahwa penataan infrastruktur di kawasan Masyair terus dikebut secara detail demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-32 masa operasional haji, seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Saat ini fokus layanan PPIH Arab Saudi adalah mematangkan persiapan Armuzna, mulai dari penempatan jemaah, kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan, hingga penempatan petugas,” ujar Ichsan dalam konferensi pers resmi di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan data operasional terbaru per hari ini, sebanyak 202.643 jemaah reguler didampingi 2.097 petugas kloter telah mengamankan posisi di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kloter yang mengangkut 96.505 jemaah mendarat melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sementara 518 kloter dengan 199.446 jemaah telah sukses memasuki pemondokan Makkah, berkelindan dengan kedatangan 16.359 jemaah haji khusus.

Mengingat padatnya fase Armuzna, Kemenhaj mengeluarkan instruksi tegas bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menghormati sistem labelisasi by name resmi pemerintah and melarang keras pemasangan identitas kelompok secara sepihak.

Kebijakan pembersihan maktab ini dikunci langsung sebagai bagian dari komitmen keadilan era Presiden Prabowo Subianto demi melindungi hak ruang jemaah mandiri agar tidak tergeser oleh egoisme kelompok tertentu.

“Tidak boleh ada pihak mana pun membuat penanda sendiri di luar pengaturan resmi. Jika petugas menemukan atribut atau identitas KBIHU di tenda Arafah maupun Mina, maka akan langsung dicabut. Kemenhaj juga akan memberikan teguran dan sanksi sesuai ketentuan,” tegas Ichsan.

Ia menambahkan, penertiban ini krusial agar tidak memicu kebingungan struktural. “Kami meminta seluruh KBIHU mematuhi aturan ini dan membantu petugas menjaga ketertiban layanan. Jangan membuat pengaturan sendiri yang dapat mengganggu penempatan jemaah atau menghambat layanan di Armuzna,” ujarnya.

Selaras dengan skema rekayasa jalur makro dari Naqabah, PPIH memberlakukan moratorium sementara untuk operasional armada Bus Shalawat per Jumat, 5 Dzulhijjah (22/5/2026).

Pengantaran jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram telah diselesaikan pukul 07.00 WAS, disusul rute jemputan terakhir dari Masjidil Haram menuju hotel pemondokan tepat pada pukul 18.00 WAS.

“Setelah itu, Bus Shalawat dihentikan sementara untuk mendukung pengaturan transportasi menjelang Armuzna. Layanan akan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi oleh PPIH,” urai Ichsan merujuk pada pengaktifan kembali armada pada tanggal 14 Dzulhijjah 1447 H nanti. Jemaah haji reguler diimbau menghemat stamina di dalam hotel and memfokuskan ritual ibadah di musala terdekat.

Mendekati pendorongan massal menuju Padang Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah), Kemenhaj mengimbau penguatan solidaritas antarjemaah untuk proaktif melindungi kelompok rentan, lansia, disabilitas, dan perempuan.

“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan bantu. Antarkan ke petugas terdekat atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Ichsan Marsha. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.