Gelombang Panas Ekstrem Ancam Piala Dunia 2026, Suhu Tembus 46 Derajat Celsius

0

Surabaya (beritajatim.com) – Gelombang panas ekstrem diperkirakan menjadi tantangan besar pada fase gugur Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Fenomena cuaca yang dikenal sebagai “heat dome” atau kubah panas diprediksi memicu suhu sangat tinggi di sejumlah kota tuan rumah pertandingan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pemain maupun suporter.

Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat atau National Weather Service (NWS) memperkirakan indeks panas di sejumlah wilayah Midwest dan Pantai Timur dapat mencapai 105 hingga 115 derajat Fahrenheit atau sekitar 40 hingga 46 derajat Celsius.

Fenomena heat dome terjadi ketika sistem tekanan udara tinggi memerangkap udara panas dan kelembapan di suatu kawasan dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli.

Dampaknya akan dirasakan di sejumlah kota penyelenggara Piala Dunia, mulai dari Toronto, Kansas City, East Rutherford di New Jersey, hingga Philadelphia yang menjadi lokasi pertandingan babak gugur.

Alan Reppert Ahli Meteorologi Senior AccuWeather mengatakan, cuaca panas tidak hanya terjadi pada siang hari, tetapi juga bertahan hingga malam sehingga tetap berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.

“Bahkan setelah matahari terbenam, cuacanya masih akan sangat panas. Kita berada pada pola cuaca yang akan sangat panas selama sebagian besar siang hari dan bahkan hingga malam hari,” kata Reppert.

Menurutnya, wilayah New York yang akan menjadi pusat aktivitas suporter pada pertandingan babak 16 besar di East Rutherford, New Jersey, diperkirakan mengalami suhu tertinggi sejak 2013.

“Matahari akan terbenam. Itu akan membantu memperbaiki keadaan, tetapi tetap akan panas,” ujarnya.

Cuaca ekstrem kembali memunculkan kekhawatiran mengenai kesehatan pemain yang sebelumnya juga menjadi sorotan saat penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat.

Saat itu, organisasi pesepak bola dunia FIFPRO menilai suhu yang terlalu tinggi menjadi peringatan serius bagi penyelenggara kompetisi.

Sebagai langkah mitigasi, FIFA menerapkan jeda minum wajib selama tiga menit pada setiap babak pertandingan Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut bertujuan membantu pemain menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas, meski sebagian pihak menilai aturan itu mengganggu ritme permainan.

Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan terkait kemungkinan penerapan langkah tambahan untuk melindungi pemain maupun penonton selama periode gelombang panas.

Di Kanada, Pemerintah Kota Toronto telah mengaktifkan strategi penanganan cuaca panas setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kanada mengeluarkan peringatan panas yang berlaku mulai Selasa hingga Jumat. Toronto dijadwalkan menjadi tuan rumah laga babak 32 besar antara Portugal dan Kroasia pada Kamis.

Sementara itu, beberapa stadion yang menjadi lokasi pertandingan seperti Atlanta, Dallas, dan Houston dinilai lebih siap menghadapi kondisi tersebut karena dilengkapi atap yang dapat dibuka-tutup serta sistem pendingin udara.

Meski demikian, suhu tinggi tetap menjadi tantangan bagi suporter yang beraktivitas di luar stadion, terutama di kota-kota dengan dominasi permukaan beton dan aspal yang mampu menyerap panas dalam jumlah besar. (faw/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.