Gus Ipul Tanggapi Kabar Pengondisian Peserta Jelang Registrasi Muktamar NU di Tambakberas Jombang

0

Ringkasan Berita:

  • Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menanggapi kabar dugaan pengkondisian muktamirin menjelang registrasi peserta.
  • Gus Ipul tidak membantah maupun membenarkan kabar tersebut, namun memastikan para muktamirin merupakan orang-orang terpilih yang mampu menentukan informasi yang benar dan tidak.
  • Panitia Muktamar NU ke-35 telah menyiapkan sistem pengamanan dan pemantauan dengan lebih dari 100 CCTV serta teknologi barcode peserta.

Jombang (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, muncul kabar mengenai dugaan pengondisian terhadap muktamirin atau peserta muktamar sebelum proses registrasi.

Kabar tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Ia tidak membantah maupun membenarkan informasi mengenai dugaan pengkondisian tersebut, namun memastikan seluruh peserta muktamar merupakan orang-orang yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam menentukan sikap.

“Seluruh muktamirin adalah orang-orang yang sudah terlatih dan bisa memilih dan memilah mana yang benar dan tidak,” ujar Gus Ipul saat ditanya soal kabar tersebut di ruang command centre PPBU Tambakberas Jombang, Selasa (25/8/2026).

Menurut Gus Ipul, dinamika yang muncul menjelang pelaksanaan muktamar merupakan hal yang biasa terjadi, terutama ketika organisasi besar seperti NU memasuki tahapan pemilihan. Ia menilai para muktamirin telah memiliki kapasitas untuk menyaring berbagai informasi yang berkembang.

“Ya itu bisa benar, bisa tidak benar. Tapi percayalah bahwa peserta muktamar ini adalah pengurus-pengurus yang terlatih, pengurus yang paham, pengurus yang bisa memilah dan memilih mana yang benar, mana yang enggak benar,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta peserta Muktamar menggunakan kemampuan mereka untuk menyaring berbagai informasi yang muncul. Terlebih, peserta muktamar merupakan para pengurus NU yang dinilai memahami organisasi dan memiliki pengalaman dalam menghadapi dinamika internal.

Selain soal isu ‘penculikan’ peserta, Gus Ipul juga menepis dugaan adanya intervensi terhadap peserta maupun proses pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Dia memberikan penegasan bahwa tidak ada pihak yang melakukan intervensi terhadap jalannya muktamar. “Tidak ada. Saya pastikan tidak ada intervensi,” kata Gus Ipul menegaskan.

Pesantren Tambakberas Mulai Dibanjiri Massa

Foto BeritaJatim.com
Massa mulai memadati jalan menuju PPBU Tambakberas Jombang, Selasa (25/8/2026). [Foto/Yusuf Wibisono]

Sementara itu, persiapan pelaksanaan Muktamar NU ke-35 terus dilakukan oleh panitia. Lokasi registrasi dan pendaftaran peserta di Pondok Pesantren Tambakberas mulai disiapkan menjelang kedatangan para muktamirin.

Suasana di sekitar pintu gerbang lokasi muktamar juga mulai ramai dikunjungi peserta dan penggembira. Panitia lokal bersama jajaran PBNU melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan berbagai fasilitas pendukung kegiatan.

Dalam pemantauan tersebut, Gus Ipul melihat kesiapan ruang pemantauan pergerakan muktamirin yang dilengkapi sistem kamera pengawas atau CCTV. Fasilitas ini disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan terpantau.

Panitia menyediakan lebih dari 100 CCTV di sejumlah titik strategis untuk memonitor aktivitas selama pelaksanaan muktamar. Selain sistem pemantauan, panitia juga menerapkan teknologi barcode untuk proses identifikasi seluruh peserta.

Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya panitia dalam mengatur alur registrasi dan memastikan data peserta tercatat dengan baik selama kegiatan berlangsung.

Rencananya, proses registrasi peserta Muktamar NU dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026), mulai pagi hingga malam hari. Setelah tahapan registrasi selesai, rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35 akan dibuka pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dalam menentukan arah organisasi ke depan melalui proses persidangan dan pemilihan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.