Harga Pertamax Naik, Antrean Mengular di Sejumlah SPBU Pacitan
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu lonjakan pembelian Pertalite di sejumlah SPBU Kabupaten Pacitan.
- Antrean kendaraan terlihat mengular di beberapa SPBU, termasuk SPBU Ploso dan SPBU Mentoro.
- Disdagnaker Pacitan memastikan stok BBM di seluruh SPBU masih aman dan distribusi berjalan normal.
- Antrean terjadi akibat meningkatnya permintaan BBM subsidi, bukan karena kelangkaan pasokan.
Pacitan (beritajatim.com) – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari sekitar Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026 mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Pacitan. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami lonjakan antrean kendaraan, terutama pada pembelian BBM subsidi jenis Pertalite.
Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan mengular, di antaranya terjadi di SPBU Ploso dan SPBU Mentoro. Banyak pengendara diduga beralih menggunakan Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Meski antrean meningkat, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Intinya ketersediaan BBM aman,” ujar Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Disdagnaker Kabupaten Pacitan, Sukanto, Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan data Disdagnaker, stok BBM di Kabupaten Pacitan masih cukup besar. Pertalite tersedia sebanyak 104.208 liter, Pertamax 74.999 liter, Bio Solar 80.855 liter, Pertamina Dex 22.537 liter, dan Pertamax Turbo 8.025 liter. Sementara itu, stok Dexlite tercatat kosong.
Di tingkat SPBU, pasokan juga masih terjaga. SPBU Arjosari misalnya masih memiliki stok Bio Solar sebanyak 16 ribu liter, Pertalite 8 ribu liter, Pertamax 8 ribu liter, serta Pertamina Dex 1.300 liter.
Menurut Sukanto, distribusi BBM ke seluruh SPBU dilakukan setiap hari sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi meskipun terjadi peningkatan permintaan pada jenis BBM tertentu.
SPBU Purworejo juga masih memiliki stok Bio Solar 12 ribu liter, Pertalite 10 ribu liter, Pertamax 6 ribu liter, dan Pertamina Dex sekitar 6 ribu liter.
Sementara itu, SPBU Ploso mencatat stok Pertalite mencapai 32 ribu liter, Pertamax 10.043 liter, Bio Solar 15.270 liter, Pertamax Turbo 2.125 liter, serta Pertamina Dex 5.303 liter.
Di kawasan pesisir, SPBU Soge masih memiliki stok Bio Solar 9.620 liter, Pertalite 17.615 liter, Pertamax 13.691 liter, dan Pertamina Dex 5.326 liter. Produk Pertamax Turbo maupun Dexlite tidak tersedia di lokasi tersebut.
Sedangkan SPBU Punung memiliki stok Bio Solar 16.500 liter, Pertalite 16.300 liter, Pertamax 11.500 liter, Pertamax Turbo 5.900 liter, serta Pertamina Dex 2.500 liter. Adapun SPBU Nanggungan mencatat stok Pertamax 15.765 liter, Pertalite 20.293 liter, Bio Solar 11.465 liter, dan Pertamina Dex 2.108 liter.
Sukanto menegaskan, antrean kendaraan yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan meningkatnya permintaan terhadap Pertalite setelah kenaikan harga Pertamax.
“Sampai saat ini distribusi berjalan lancar dan stok BBM di Pacitan masih aman. Antrean tersebut juga terjadi secara nasional,” pungkasnya. [tri/beq]
Link informasi : Sumber