Iduladha di Tebuireng Jombang, Tradisi Kurban yang Ramah Lingkungan dan Penuh Berkah

0

Ringkasan Berita:

  • Ribuan warga Jombang antre tertib mengambil daging kurban di Pondok Pesantren Tebuireng menggunakan sistem kupon.
  • Daging kurban dikemas dalam besek bambu sebagai bagian dari konsep ramah lingkungan dan higienis.
  • Tebuireng menyembelih 35 ekor sapi kurban dari sejumlah tokoh nasional dan pejabat Jawa Timur.

Jombang (beritajatim.com) – Ribuan warga memadati Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, usai salat zuhur, Rabu (27/5/2026). Mereka datang membawa kupon untuk ditukarkan dengan daging kurban yang dikemas dalam besek bambu.

Tradisi tahunan itu bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi warga, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial dan semangat ramah lingkungan di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Di antara antrean panjang itu, Sumarmi (63) tampak mempercepat langkahnya menuju barisan penerima daging kurban. Warga Dusun Tebuireng tersebut menggenggam erat kupon yang akan ditukarkan dengan besek berisi daging sapi.

Matahari semakin meninggi ketika antrean warga terus bertambah. Panitia memasang tali rafia sebagai pembatas agar antrean tetap tertib. Sementara di meja panjang bagian depan, ratusan besek anyaman bambu berisi daging kurban tersusun rapi menunggu dibagikan kepada warga.

“Setiap tahun saya selalu mendapatkan daging kurban dari Tebuireng,” ujar Sumarmi dengan wajah sumringah.

Saat gilirannya tiba, ia langsung menyerahkan dua kupon kepada panitia. Sebagai gantinya, Sumarmi menerima dua besek daging sapi. Salah satu besek tersebut merupakan titipan tetangganya yang tidak bisa datang mengambil sendiri.

“Nanti daging kurban ini saya masak untuk makan bersama keluarga,” katanya sambil menunjukkan besek yang dibawanya.

Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim, menjelaskan bahwa pembagian daging kurban kepada warga sekitar sudah menjadi tradisi setiap Iduladha. Tahun ini, sekitar dua ribu warga menerima daging kurban melalui sistem kupon yang dibagikan beberapa hari sebelum penyembelihan hewan kurban.

Foto BeritaJatim.com
Warga menyerbu Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk mendapatkan daging kurban

Menurut Lukman, penggunaan besek bambu dipilih karena sesuai dengan konsep kurban ramah lingkungan yang diterapkan Tebuireng setiap tahun. Selain mengurangi penggunaan plastik, wadah anyaman bambu dinilai lebih higienis untuk menyimpan daging kurban. “Konsep ini rutin kami lakukan setiap tahun,” ujarnya.

Pada Iduladha 1447 Hijriah kali ini, Pondok Pesantren Tebuireng menyembelih 35 ekor sapi kurban. Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.

Bagi warga sekitar, Iduladha di Tebuireng bukan sekadar pembagian daging kurban. Tradisi itu menjelma menjadi ruang kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian yang terus hidup di tengah masyarakat. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.