Jalur Pantura Pasuruan Terendam Luapan Sungai Welang, Akses Surabaya-Probolinggo Tersendat
Ringkasan Berita:
- Jalur pantura di kawasan Kraton Pasuruan terendam luapan Sungai Welang akibat hujan deras di wilayah hulu.
- Arus lalu lintas Surabaya-Probolinggo tersendat karena kendaraan harus melaju perlahan melewati genangan air.
- Banjir juga merendam sedikitnya enam desa dan kelurahan akibat kombinasi hujan deras dan air laut pasang.
- BPBD Pasuruan menyebut Desa Sukorejo menjadi wilayah terdampak paling parah dengan genangan mencapai 40 sentimeter.
Pasuruan (beritajatim.com) – Jalur pantura yang menghubungkan Surabaya dan Probolinggo di kawasan Kraton, Kabupaten Pasuruan, terendam banjir akibat luapan Sungai Welang, Rabu (20/5/2026). Genangan air yang menutup badan jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan antrean kendaraan mengular di sejumlah titik.
Banjir dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Pasuruan sejak dini hari. Tingginya debit air menyebabkan sungai meluap hingga merendam jalan nasional dan permukiman warga di sekitar kawasan pantura.
Pengendara roda dua terlihat harus melaju sangat pelan untuk menghindari kendaraan mogok saat melintasi genangan. Sebagian pengemudi bahkan memilih menepi atau mencari jalur alternatif demi keamanan perjalanan.
“Untuk jalur pantura memang masih bisa dilewati tapi harus hati-hati, khususnya motor agar tidak mogok,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
BPBD Kabupaten Pasuruan bersama petugas terkait terus memantau titik-titik rawan banjir di sepanjang jalur nasional Surabaya-Probolinggo guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
Selain mengganggu lalu lintas, banjir kiriman juga merendam sejumlah kawasan permukiman di wilayah Kabupaten maupun Kota Pasuruan. Proses surutnya air disebut berjalan lambat karena dipengaruhi kondisi air laut pasang di wilayah hilir.
“Di hulu hujan deras, sedangkan di hilir dipengaruhi kondisi air laut yang sedang pasang sehingga genangan air masih tertahan,” jelas Sugeng saat meninjau lokasi terdampak.
Tim reaksi cepat BPBD disiagakan di sejumlah lokasi dengan genangan cukup tinggi untuk membantu aktivitas warga dan mengantisipasi potensi banjir susulan.
Data sementara mencatat sedikitnya enam wilayah setingkat desa dan kelurahan masih terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi. Desa Sukorejo di Kecamatan Pohjentrek menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
“Untuk yang paling parah ketinggian air mencapai 40 sentimeter di beberapa dusun di Desa Sukorejo,” tambah Sugeng.
Warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Welang dan Sungai Petung diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit air sungai.
Hingga siang hari, kepadatan kendaraan masih terjadi di jalur pantura Pasuruan karena kendaraan harus memperlambat laju saat menerjang genangan. Petugas BPBD dan kepolisian terus berkoordinasi untuk mengurai kemacetan serta mengarahkan pengguna jalan ke jalur yang lebih aman. [ada/beq]
Link informasi : Sumber