Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa
Ringkasan Berita:
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar menjelang peringatan Hari Bhayangkara.
- Ziarah dilakukan bersama jajaran Mabes Polri, Kapolda Jawa Timur, Forkopimda, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
- Kapolri menyebut ziarah menjadi tradisi Polri untuk menyerap nilai perjuangan dan kepemimpinan para tokoh bangsa.
- Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi semangat Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengawal visi Indonesia Emas 2045.
Blitar (beritajatim.com) – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rangkaian ziarah ke makam para mantan Presiden Republik Indonesia. Salah satu agenda utamanya adalah berziarah ke Makam Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno, di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).
Kapolri didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, Kapolda Jawa Timur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Suasana ziarah berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi Polri untuk mengenang sekaligus menggali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pemimpin bangsa.
“Rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan tentunya menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa,” ujar Kapolri.
Sebelum berziarah ke Blitar, Kapolri bersama rombongan terlebih dahulu mengunjungi makam Presiden keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupaten Jombang.
Rangkaian ziarah selanjutnya dijadwalkan berlanjut ke makam Presiden kedua RI Soeharto di Karanganyar dan ditutup dengan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Menurut Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ziarah tersebut bukan sekadar agenda seremonial menjelang Hari Bhayangkara. Kegiatan itu memiliki makna penting sebagai pengingat atas amanah yang harus dijaga oleh institusi Polri dalam mempertahankan nilai-nilai perjuangan para pendiri dan pemimpin bangsa.
“Ini sangat penting, khususnya bagi institusi Polri. Kita memiliki satu amanah untuk terus bisa mempertahankan apa yang diwariskan, apa nilai-nilai yang telah diberikan oleh mantan-mantan Presiden kita, mantan-mantan pemimpin bangsa kita,” tuturnya.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu berharap nilai-nilai luhur tersebut dapat menjadi energi positif bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menegaskan stabilitas keamanan menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pembangunan nasional, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Polri memiliki kewajiban untuk bisa mengawal dan menjaga stabilitas kamtibmas agar pertumbuhan, pembangunan, dan cita-cita negara untuk mewujudkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 betul-betul bisa berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan kita,” pungkas Kapolri. [owi/beq]
Link informasi : Sumber