Karhutla Gunung Arjuno Hanguskan 5,2 Km Pipa Air Bersih, Warga Desa Jatiarjo Prigen Krisis Air Total

0

Pasuruan (beritajatim.com) – Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Arjuno-Welirang berujung pada kerusakan parah infrastruktur vital pemukiman warga. Kobaran api yang membakar sedikitnya 11 titik blok hutan di lereng pegunungan tersebut merusakkan empat jalur pipa penyalur air bersih bagi warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan data laporan Pemerintah Desa Jatiarjo, total panjang pipa PVC yang meleleh dan hancur dilalap api mencapai 5.250 meter atau 5,25 kilometer. Pipa yang terbakar mencakup jalur induk Banyu Udan menuju tandon Langkahan sepanjang 1.500 meter, serta jalur dari Mata Air IMMD menuju Langkahan yang rusak sepanjang 3.000 meter.

“Kerusakan terjadi pada saluran sentral yang selama ini menopang kebutuhan utama masyarakat. Sekarang warga bukan kesulitan air lagi, tapi benar-benar tidak ada pasokan,” kata Kepala Desa Jatiarjo, M. Hudan Dardiri, Minggu (18/10/2026).

Dardiri memaparkan bahwa terputusnya pasokan air dari empat jalur utama ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup harian warga di desanya. Pihak pemerintah desa bergerak cepat menyisir area hutan guna memetakan tingkat kerusakan fisik pipa secara rinci.

Putusnya jaringan pipa ini memicu ancaman krisis air bersih skala besar yang membutuhkan langkah tanggap darurat dari pemerintah daerah. Jajaran Pemdes Jatiarjo bersama tokoh masyarakat menggelar musyawarah khusus guna merumuskan skema penanganan darurat dan penyaluran bantuan air bersih.

“Nanti malam kami akan menggelar rapat darurat, karena saat ini kami masih berada di dalam hutan untuk mengurus masalah air bersih dan mengumpulkan data yang belum lengkap 100 persen,” jelasnya.

Dardiri menambahkan bahwa pemulihan jaringan pipa saluran sentral ini membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Langkah inventarisasi kerusakan terus difinalisasi agar bantuan material pipa dapat segera disalurkan ke lokasi bencana.

Kerusakan ekologis akibat terbakarnya tutupan vegetasi di lereng Arjuno juga meningkatkan potensi ancaman banjir bandang dan erosi saat musim hujan tiba. Pemkab Pasuruan diharapkan hadir memberikan penanganan komprehensif mulai dari pemulihan sarana air bersih hingga rehabilitasi kawasan hutan yang terbakar.

“Pemkab Pasuruan nampaknya juga sudah tahu dari data rilis yang kami sampaikan. Besok kami akan segera mengirimkan proposal perbaikan jaringan pipa ini secara resmi kepada BPBD dan Bupati Pasuruan,” pungkasnya. (ada/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.