PEPC JTB Field Rampungkan Partial Shutdown Lebih Cepat, Pasokan Gas Kembali 192 MMSCFD

0

Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Pertamina EP Cepu Jambaran-Tiung Biru (PEPC JTB Field) berhasil menyelesaikan pemeliharaan terencana atau partial shutdown fasilitas Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru lebih cepat dari target. Pasokan gas kembali beroperasi dengan kapasitas penuh 192 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) pada 14 Oktober 2026.

Proses penyalaan kembali fasilitas (start-up) dan peningkatan produksi (ramp-up) dimulai pada 13 Oktober 2026, sehari lebih awal dari target yang disetujui SKK Migas, yakni 14 Oktober 2026. Pada hari yang sama, penjualan gas (sales gas) kembali berjalan dengan kapasitas penuh.

Kegiatan partial shutdown berlangsung pada 1–14 Oktober 2026 untuk memastikan keandalan peralatan, keselamatan operasi, dan keberlanjutan pasokan gas. Selama pemeliharaan, penghentian operasi hanya dilakukan pada sebagian fasilitas sehingga produksi gas tetap berlangsung.

General Manager PEPC Zona 12, Rahmat Ali Hakim, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi seluruh tim sejak tahap perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengujian sebelum fasilitas kembali beroperasi.

“Keberhasilan melakukan start-up lebih awal dari target merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh tim. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Dengan komitmen tersebut, seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan dengan selamat tanpa insiden atau zero incident,” ujarnya.

Selama pelaksanaan pemeliharaan, lebih dari 600 pekerja terlibat setiap hari. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan standar keselamatan dan pengawasan ketat untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan sesuai prosedur.

Salah satu pekerjaan utama dalam kegiatan tersebut adalah penggantian mesin (engine exchange) pada Propylene Compressor GTC yang telah mencapai sekitar 32.000 jam operasi. Penggantian dilakukan untuk menjaga kinerja sekaligus meningkatkan keandalan peralatan.

Pekerjaan itu meliputi pelepasan mesin lama, pemasangan mesin pengganti sesuai spesifikasi teknis, serta serangkaian pengujian untuk memastikan seluruh sistem berfungsi normal dan aman sebelum kompresor kembali dioperasikan.

Foto BeritaJatim.com

Selain pemeliharaan fasilitas, PEPC juga melakukan pemantauan lingkungan selama 14 hari di sekitar GPF, baik pada siang maupun malam hari. Pemantauan meliputi kualitas udara dan tingkat kebisingan dengan menggunakan Multiple Gas Detector, SO₂ Detector, dan Sound Level Meter.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi lingkungan dalam batas normal. Gas hidrogen sulfida (H₂S), karbon monoksida (CO), dan sulfur dioksida (SO₂) tidak terdeteksi, sedangkan tingkat kebisingan tercatat di bawah baku mutu.

Rahmat Ali Hakim turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa dan kecamatan di sekitar wilayah operasi, serta masyarakat yang mendukung pelaksanaan pemeliharaan.

Menurutnya, koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama pekerjaan berlangsung.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa dan kecamatan, serta seluruh masyarakat atas dukungan yang diberikan. Sinergi ini membantu memastikan seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan dengan lancar, aman, dan selamat,” ungkapnya.

Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru memiliki kapasitas penjualan gas sebesar 192 MMSCFD. Pasokan gas dari lapangan ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor, mulai dari industri, jaringan gas rumah tangga, pembangkit listrik, hingga industri pupuk yang mendukung ketahanan pangan.

Keberhasilan menyelesaikan pemeliharaan lebih cepat dari target dan memulihkan kapasitas penjualan gas secara penuh menjadi bagian dari upaya PEPC JTB Field menjaga keandalan fasilitas produksi. Langkah tersebut sekaligus mendukung kesinambungan pasokan gas untuk kebutuhan industri dan energi nasional. [fif/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.