Kebakaran Pabrik Pengolahan Kayu di Lamongan, Api Melalap Gudang hingga Kantor
Ringkasan Berita:
- Kebakaran hebat melanda pabrik pengolahan kayu di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, hingga membakar sejumlah gudang dan bagian kantor.
- Api diduga berasal dari pembakaran lahan tebu di sekitar pabrik dan cepat merembet akibat angin kencang.
- Seluruh karyawan pabrik berhasil menyelamatkan diri meski proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam.
Lamongan (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik pengolahan kayu yang berada di KM 16, Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (25/9/2026). Kobaran api membakar tumpukan serbuk kayu, karung material, hingga sejumlah fasilitas pabrik yang berada di area luar maupun dalam bangunan.
Dalam peristiwa tersebut, api juga melalap beberapa bagian penting pabrik, mulai dari gudang, gudang mekanik, gudang produksi, kantor, hingga area penyimpanan produk. Asap hitam pekat akibat kebakaran terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari kejauhan.
Petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah karyawan pabrik langsung berupaya melakukan pemadaman. Namun, proses penanganan api sempat mengalami kendala akibat kondisi cuaca yang terik serta hembusan angin yang cukup kencang. Api dengan cepat merambat dari satu bagian bangunan ke bagian lainnya.
Sejumlah warga sekitar mengaku mulai melihat kepulan asap tebal saat sedang menunaikan salat Jumat. Api disebut pertama kali muncul dari bagian tengah area pabrik. “Tiga jam belum padam,” kata Eko, salah seorang warga yang berada di lokasi.
Sementara itu, salah seorang karyawan pabrik, David Adi Prasetyo, menyebut api diduga berasal dari pembakaran lahan tebu yang berada di sekitar area pabrik. Namun, dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut David, kobaran api kemudian merembet menuju bagian depan pabrik. Petugas keamanan sempat berusaha melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR, tetapi kondisi angin yang kuat membuat api sulit dikendalikan.
“Dari pembakaran lahan sebelah. Waktu sebelum Jumatan api mulai membesar. Merembet ke depan, ke dinding pabrik,” ujar David.
Ia menjelaskan, api yang semakin besar membuat upaya pemadaman awal tidak mampu menghentikan penyebaran kobaran api. “Karena kencangnya angin, api enggak bisa dikondisikan, akhirnya merembet ke pabrik,” katanya.
Kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas pabrik mengalami kerusakan akibat terbakar. Area yang terdampak meliputi gudang, gudang mekanik, gudang produksi, kantor, serta tempat penyimpanan produk.
Meski api membesar dan membakar beberapa bagian bangunan pabrik, seluruh karyawan dipastikan berhasil menyelamatkan diri. “Alhamdulillah semua karyawan aman,” pungkasnya.
Petugas masih melakukan upaya pemadaman untuk memastikan seluruh titik api berhasil dikendalikan. Penyebab pasti kebakaran serta total kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan. [fak/suf]
Link informasi : Sumber