Kejari Dukung MBG, Gapembi Ungkap 5-7 Dapur SPPG di Kota Probolinggo Belum Aktif

0

Probolinggo (beritajatim.com) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Probolinggo mulai kembali berjalan setelah masa libur sekolah. Namun, operasional seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum sepenuhnya normal.

Dari total 33 dapur SPPG yang ada di Kota Probolinggo, masih terdapat sekitar lima hingga tujuh dapur yang belum kembali beroperasi. Kondisi tersebut disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Kota Probolinggo, Nur Fathur alias Gus Nur, seusai melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo, Senin (10/8/2026) sore.

Menurut Gus Nur, sebagian dapur yang belum beroperasi sebenarnya telah memiliki kepala gizi. Namun, pengoperasiannya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Di Kota Probolinggo sendiri ada 33 dapur. Yang belum beroperasi sekitar lima sampai tujuh dapur saja. Ada yang sudah memiliki kepala gizi, tetapi untuk beroperasi masih menunggu petunjuk dari BGN,” kata Gus Nur.

Ia menegaskan, pelaksanaan MBG hingga kini masih berjalan berdasarkan petunjuk teknis yang dikeluarkan BGN. Hal itu sekaligus menjawab isu yang berkembang mengenai kemungkinan program MBG diubah menjadi bantuan dalam bentuk uang tunai.

“Terkait isu MBG yang akan diganti dengan uang tunai, sampai hari ini kami masih mengacu pada juknis BGN yang berlaku. Jadi belum ada perubahan seperti itu,” ujarnya.

Gus Nur mengatakan, BGN masih melakukan pembenahan terhadap satuan pelayanan gizi di berbagai daerah. Perbaikan tersebut diarahkan untuk memastikan kualitas makanan dan pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terjaga.

“BGN masih terus melakukan perbaikan di satuan pelayanan gizi di setiap SPPG. Tujuannya agar kualitas terus diperbaiki dalam rangka pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia,” jelasnya.

Selain membahas perkembangan pelaksanaan MBG, audiensi tersebut juga menjadi momentum bagi Gapembi Kota Probolinggo untuk membangun koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Gus Nur berharap kolaborasi dengan Kejari dapat membantu memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan sesuai aturan dan mencapai tujuan yang diharapkan.

“Harapan kami, untuk menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto yang merupakan program prioritas ini, kita bisa bekerja sama agar program MBG dapat berjalan dan terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Probolinggo Lilik Setiyawan menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengungkapkan, dalam struktur organisasi Gapembi, dirinya ternyata ditunjuk sebagai dewan pembina.

“Kami menerima kunjungan audiensi Gapembi Kota Probolinggo. Ternyata dalam SK saya ditunjuk sebagai dewan pembina,” kata Lilik.

Lilik memastikan pihaknya siap mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk program MBG.

“Kami tentunya sepakat untuk mendukung program ini. Ke depan, program-program yang digagas Presiden Prabowo Subianto bisa menjadi program yang menyejahterakan rakyat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Lilik, berbagai hal terkait pelaksanaan program turut dibahas. Kejari Kota Probolinggo menyatakan komitmennya memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya.

“Tadi banyak sekali yang disampaikan kepada kami. Kami berkomitmen mendukung dengan tenaga dan sesuai dengan tugas kami,” pungkasnya.

Dengan masih adanya sejumlah dapur yang belum beroperasi, pelaksanaan MBG di Kota Probolinggo kini berada dalam tahap penyesuaian. Pemerintah dan pengelola SPPG masih menunggu arahan BGN agar seluruh layanan dapat kembali berjalan sesuai standar yang ditetapkan. (rap/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.