Kejuaraan Taekwondo Internasional di Kediri Diikuti 1.232 Atlet dari Delapan Provinsi
Ringkasan Berita
- Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series digelar di Kota Kediri.
- Sebanyak 1.232 atlet dari 85 tim ambil bagian dalam kompetisi.
- Kota Kediri menjadi seri ketiga dalam rangkaian kejuaraan nasional.
- Wali Kota Kediri berharap lahir lebih banyak atlet berprestasi tingkat internasional.
Kediri (beritajatim.com) – Kejuaraan Taekwondo Internasional Kediri bertajuk Ksatria Nusantara PBTI Series Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 resmi digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri. Kejuaraan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 itu diikuti 1.232 atlet dari 85 tim yang berasal dari delapan provinsi di Indonesia.
Ajang tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Mayjen TNI Amrin Ibrahim, dan dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati beserta sejumlah pejabat pemerintah, pengurus olahraga, pelatih, dan atlet.
Kota Kediri Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Kediri untuk menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo berskala internasional.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan kesiapan Kota Kediri dalam menyelenggarakan event olahraga besar.
“Tahun lalu Alhamdulillah Kota Kediri dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan nasional Taekwondo. Tahun ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series. Semoga seluruh peserta merasa nyaman berada di Kota Kediri dan pulang dengan membawa kesan yang baik,” ujarnya.
Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda olahraga terbesar yang digelar di Kota Kediri sepanjang tahun 2026 dengan melibatkan ribuan atlet dari berbagai daerah.
Dukung Pengembangan Sport Tourism
Mbak Wali mengungkapkan bahwa terpilihnya Kota Kediri sebagai salah satu dari lima kota penyelenggara Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor sport tourism.
Melalui program Kediri City Tourism, Pemerintah Kota Kediri terus mendorong penyelenggaraan berbagai event olahraga yang mampu mendatangkan peserta dan pengunjung dari luar daerah.
“Adanya kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti ini semakin menambah portofolio dan kesiapan Kota Kediri dalam menggelar berbagai event olahraga. Kami berharap ke depan semakin banyak kejuaraan dari berbagai cabang olahraga yang diselenggarakan di Kota Kediri,” ungkapnya.
Selain memberikan dampak pada pembinaan olahraga, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan jasa lainnya.
Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi
Menurut Vinanda, olahraga tidak hanya menjadi sarana meraih prestasi, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Melalui kompetisi, para atlet belajar mengenai disiplin, kerja keras, sportivitas, tanggung jawab, dan mental juara yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai fair play selama bertanding.
Seri Ketiga Menuju Kejuaraan Asia
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II PBTI Mayjen TNI Amrin Ibrahim menjelaskan bahwa Kota Kediri menjadi lokasi seri ketiga dalam rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara PBTI Series 2026.
Sebelumnya, kejuaraan serupa telah digelar di Medan dan Denpasar. Setelah Kediri, rangkaian kompetisi akan berlanjut di Bandung dan Lampung.
Seluruh seri tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju puncak acara, yakni 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 1 – 5 Agustus 2026.
Kejuaraan tingkat Asia tersebut direncanakan akan diikuti oleh 21 negara. “Mudah-mudahan dari kejuaraan ini akan lahir para Ksatria Nusantara yang nantinya dapat mewakili Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional, termasuk Asian Taekwondo Championship yang akan digelar di Jakarta,” ujarnya.
Diikuti Atlet Usia 6 hingga 27 Tahun
Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series di Kota Kediri mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Poomsae, Kyorugi, dan Freestyle.
Peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari 6 tahun hingga 27 tahun, dengan tingkatan kemampuan yang beragam, mulai atlet pemula hingga atlet berprestasi.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga taekwondo sekaligus menjadi indikator berkembangnya pembinaan olahraga bela diri tersebut di Indonesia.
PBTI berharap melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan, semakin banyak atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional pada masa mendatang. [nm/kun]
Link informasi : Sumber