Lansia Ngrambe Ngawi Meninggal di Area Persawahan, Ini Dugaan Penyebabnya
Ngawi (beritajatim.com) – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Setono, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Minggu (17/5/2026) siang. Korban diduga terjatuh dari sepeda motor saat melintas di jalan setapak persawahan.
Korban diketahui bernama Suji (63), warga Dusun Nglencer, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe. Korban merupakan pensiunan PNS yang selama ini diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi, jantung, dan diabetes.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB. Saksi bernama Badrin (63), petani asal Dusun Parenan 2, mengaku melihat korban melintas menggunakan sepeda motor di jalan setapak area persawahan.
Tidak lama kemudian, saksi melihat korban terjatuh dari kendaraan yang dikendarainya. Mengetahui kejadian itu, saksi meminta bantuan warga lain bernama Sriyono (45) yang saat itu berada di sekitar lokasi.
“Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di tanah sawah, berada di bawah tebing setinggi kurang lebih lima meter dari jalan setapak. Sepeda motor korban juga sudah terpisah dari tubuh korban,” ujar anggota Tim Gabungan Relawan Ngrambe, Mayang.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun Nglencer, Sadali Royadi, sebelum diteruskan ke Polsek Ngrambe.
Petugas gabungan dari Polsek Ngrambe, Satreskrim Polres Ngawi, tim identifikasi, Koramil, tenaga medis Puskesmas Ngrambe, hingga relawan Bagana dan Gareng mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Ngrambe, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan luar jenazah hanya ditemukan luka lecet pada kaki kiri akibat terjatuh dari sepeda motor,” kata petugas medis.
Bidan Desa Setono, Yeti, juga menyebut korban merupakan pasien Posyandu Lansia yang memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.
Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pernyataan penolakan autopsi tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani istri korban, Suprapti Umi.
Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. [fiq/but]
Link informasi : Sumber