Lawan Stunting, TP PKK dan Forikan Bojonegoro Masifkan Gerakan Makan Ikan

0

​Bojonegoro (beritajatim.com) – Upaya menekan angka prevalensi stunting sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus digencarkan di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui pemenuhan asupan protein hewani yang difokuskan pada pemeliharaan gizi ibu hamil hingga balita.

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Forikan Bojonegoro, Cantika Wahono mengatakan, intervensi gizi berbasis konsumsi ikan menjadi langkah krusial, terutama dalam mengawal masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta periode tumbuh kembang anak.

​Pesan tersebut ditegaskan dalam agenda Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial gizi di Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras, Senin (31/8/2026).

Foto BeritaJatim.com
TP PKK dan Forikan Bojonegoro saat sampaikan program Gerakan makan ikan (foto : ist)

Kegiatan garapan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro ini menyasar 200 penerima manfaat, terdiri dari 167 balita dan 7 ibu hamil.

​”Ikan kaya akan protein hewani yang sangat dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak secara optimal. Kita ingin membudayakan kebiasaan ini mulai dari meja makan keluarga,” ujar Cantika Wahono.

​Tak sekadar membagikan paket pangan, program Gemarikan dirancang untuk memperluas edukasi manfaat ikan, memvariasikan olahan konsumsi harian, hingga membuka peluang usaha bagi UMKM lokal berbasis perikanan.

Foto BeritaJatim.com
TP PKK dan Forikan Bojonegoro saat sampaikan program Gerakan makan ikan (foto : ist)

​Dalam kesempatan tersebut, Cantika memaparkan empat pilar utama yang menjadi arah kebijakan konsumsi ikan di Bojonegoro, yaitu, orientasi program terukur dimana setiap kegiatan disusun dengan tolok ukur yang jelas agar berdampak langsung pada penurunan stunting dan peningkatan IPM.

Kemudian, Edukasi berkelanjutan yaitu peningkatan target angka konsumsi ikan masyarakat digenjot lewat sosialisasi yang makin masif.

Ia juga menambahkan, untuk akselerasi penurunan stunting, dimana memanfaatkan protein ikan sebagai instrumen utama menekan angka stunting daerah yang saat ini berada di kisaran 10 persen. Lalu kultur konsumsi keluarga untuk mendorong setiap rumah tangga menjadikan olahan ikan sebagai sajian utama menu harian.

​”Kami berharap kultur ini terbangun kuat, sehingga setiap rumah tangga menyajikan olahan ikan sebagai menu harian utama demi mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat dan cerdas,” pungkasnya. (fif/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.