Mantan Pemain Persebaya Era Perserikatan, Dodik Suprayogi Siap Ramaikan Bursa Ketua Askab PSSI Gresik

0

Gresik (beritajatim.com) – Peta persaingan menuju kursi Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Gresik mulai menghangat. Salah satu nama yang muncul bukan sosok baru di lapangan hijau.

Dia adalah Dodik Suprayogi. Mantan pemain yang pernah memperkuat sejumlah tim besar Persebaya di era perserikatan tahun 1990-an disebut-sebut bakal maju dalam bursa calon Ketua Askab PSSI Gresik.

Nama Dodik bukan sekadar muncul dari ruang rapat organisasi. Rekam jejaknya sebagai pesepak bola membuat namanya cukup dikenal di kalangan pencinta sepak bola Jawa Timur. Dodik yang kini menjabat Kepala Desa (Kades) Kepatihan, Kecamatan Menganti siap mencalonkan diri.

Sinyal dukungan terhadap Dodik, datang langsung dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat pelepasan tim Gresik United U-13 dan U-15 yang akan berlaga pada Piala Soeratin 2026 di Jember.

Bagi Gus Yani, figur yang akan memimpin Askab PSSI Gresik ke depan harus memahami sepak bola sekaligus memiliki keberpihakan kuat terhadap pembinaan pemain usia muda.

Menurutnya, pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Gresik masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Salah satunya adalah bagaimana menyatukan potensi sekolah sepak bola (SSB) yang selama ini belum sepenuhnya terangkum dalam sistem pembinaan Askab PSSI Gresik.

“Masih banyak pekerjaan rumah di Askab PSSI Gresik. Saya berharap ada sosok yang bisa menjalankan program di dalamnya dengan baik di masa mendatang,” katanya, Kamis (3/9/2026).

Ia menegaskan, Askab PSSI Gresik tidak cukup hanya menjalankan roda organisasi. Pembinaan harus dilakukan secara berjenjang dan memiliki arah yang jelas, mulai dari usia dini hingga mampu melahirkan pemain yang siap bersaing di level lebih tinggi.

“Tunggu Munas PSSI pusat, nanti kita tata kembali Askab PSSI Gresik,” ujar Bupati Gresik yang juga Presiden Gresik United tersebut.

Dodik Suprayogi sendiri tidak menampik peluang untuk memimpin Askab PSSI Gresik. Baginya, sepak bola bukan sekadar profesi yang pernah dijalani di masa lalu. Olahraga tersebut sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Dirinya sadar bahwa menjadi Ketua Askab PSSI Gresik bukan pekerjaan ringan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban, terutama menyusun fondasi pembinaan pemain muda dari tingkat paling bawah.

“Sepak bola bagian dari hidup saya. Kalau ditanya apakah siap atau tidak, jika kelak menjadi Ketua Askab PSSI Gresik, ya harus siap,” ungkapnya.

Ia menyebut pembinaan usia muda membutuhkan keseriusan. Kompetisi harus dibuat berjenjang agar pemain memiliki ruang untuk berkembang dan mengukur kemampuan.

Selain kompetisi, fasilitas penunjang juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Menurut Dodik, pengalaman di dunia sepak bola saja tidak cukup. Organisasi juga membutuhkan pemahaman terhadap mekanisme, fondasi pembinaan serta dukungan berbagai pihak.

“Memang kalau dirasa berat ya berat, tapi jika ada basic pengalaman di sepak bola dan tahu fondasi mekanisme juga dukungan ya harus dicoba, kan begitu,” pungkasnya. [dny/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.