Mas Dhito Cek Progres Museum Sri Aji Joyoboyo, Pembangunan Tahap 3 Capai 82,04 Persen

0

Ringkasan Berita

Pembangunan tahap 3 Museum Sri Aji Joyoboyo telah mencapai 82,04 persen per 4 Oktober 2026.

Pembangunan ditargetkan rampung November 2026 dengan deviasi positif 4,85 persen.

Fasad piramida museum kini menggunakan genteng dan dilengkapi aksen besi cutting.

Pengembangan museum etnografika di sisi utara kini memasuki tahap finalisasi DED.

Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito mengecek langsung perkembangan pembangunan Museum Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Kecamatan Pagu.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat progres pembangunan museum tahap 3 yang kini mulai menunjukkan tampilan baru. Salah satu perubahan terlihat pada bagian fasad berbentuk piramida yang sebelumnya menggunakan kaca dan kini diganti dengan genteng.

Bagian atap depan museum juga mendapatkan tambahan aksen besi cutting. Sementara itu, bangunan amfiteater turut direhabilitasi sebagai bagian dari pengembangan kawasan museum.

Amfiteater tersebut nantinya menjadi panggung terbuka untuk pertunjukan seni. Area tersebut juga dibangun dengan Gapura Bentar yang mengusung karakter khas Kediri.

Progres Capai 82,04 Persen

Pembangunan tahap 3 Museum Sri Aji Joyoboyo ditargetkan selesai pada November 2026. Berdasarkan laporan per 4 Oktober, progres pekerjaan fisik telah mencapai 82,04 persen.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan capaian pekerjaan tersebut berada di atas rencana.

“Deviasi pekerjaan pembangunan plus 4,85 persen dari perencanaan,” kata Irwan saat mendampingi Mas Dhito melakukan kunjungan.

Dengan capaian tersebut, pembangunan museum terus dikebut agar dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

Selain memantau pekerjaan fisik, Mas Dhito juga melihat kondisi koleksi Museum Sri Aji Joyoboyo. Koleksi yang sebelumnya dipamerkan kini telah melalui proses penataan ulang.

Sejumlah benda purbakala yang dinilai rawan juga telah ditempatkan di dalam kotak kaca atau vitrin untuk memberikan perlindungan sekaligus menjaga keamanan koleksi.

Koleksi Purbakala Ditata Ulang

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan penataan ulang koleksi dilakukan menindaklanjuti arahan Mas Dhito.

Tidak seluruh artefak ditempatkan di dalam vitrin. Beberapa koleksi yang dinilai aman untuk disentuh tetap dibiarkan terbuka agar pengunjung dapat memperoleh pengalaman interaksi langsung.

“Untuk yang sekiranya rawan kita masukkan dalam vitrin (kotak kaca) tapi juga ada beberapa artefak yang memang aman untuk dipegang tetap kita biarkan terbuka supaya pengunjung bisa melakukan interaksi langsung,” terangnya.

Konsep tersebut membuat penataan koleksi tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan benda purbakala, tetapi juga pengalaman pengunjung ketika berada di dalam museum.

Penataan koleksi sisi selatan juga berjalan bersamaan dengan persiapan pengembangan museum etnografika di sisi utara.

Siapkan Museum Etnografika

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri saat ini juga menyelesaikan DED (Detailed Engineering Design) untuk pengembangan museum etnografika.

Museum etnografika tersebut direncanakan berada di sisi utara kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo. Berbeda dengan koleksi purbakala yang menjadi bagian penting museum saat ini, area baru tersebut nantinya diarahkan untuk menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan kebudayaan dan kesenian.

“Ini DED hampir selesai, insyaallah dalam pekan ini kita finalisasi,” ujar Mustika.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo secara lebih menyeluruh. Dengan keberadaan museum etnografika, ruang pamer nantinya tidak hanya menampilkan peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat memperkenalkan berbagai aspek kebudayaan dan kesenian yang berkembang di Kediri.

Sementara pembangunan tahap 3 terus berjalan menuju target penyelesaian November 2026, penataan koleksi dan persiapan pengembangan museum etnografika dilakukan secara paralel untuk memperkuat fungsi Museum Sri Aji Joyoboyo sebagai ruang edukasi sejarah, budaya, dan kesenian di Kabupaten Kediri. [ADV PKP/nm]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.