Merdeka Copper Gold Perluas Energi Terbarukan dan Perkuat Operasional Tambang Rendah Emisi Sepanjang 2025

0

Ringkasan Berita:

  • Merdeka Copper Gold memperluas penggunaan energi terbarukan di sejumlah proyek tambang strategis sepanjang 2025.
  • Penggunaan REC PLN, panel surya, dan bahan bakar B40 diperkuat untuk menekan emisi operasional.
  • Perusahaan mereklamasi 49,60 hektare lahan tambang sepanjang 2025.
  • Merdeka mempertahankan peringkat A MSCI ESG selama tiga tahun berturut-turut.

Jakarta (beritajatim.com) – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperluas penggunaan energi terbarukan serta meningkatkan pengelolaan lingkungan di berbagai unit operasional sepanjang 2025, seiring pengembangan proyek strategis pertambangan emas dan nikel milik Grup Merdeka.

Langkah tersebut tertuang dalam Laporan Keberlanjutan MDKA 2025 sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendorong operasional pertambangan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menegaskan bahwa transisi energi menjadi elemen penting dalam arah pengembangan perusahaan.

“Seiring pengembangan proyek-proyek strategis Merdeka, kami terus mendorong penerapan operasional pertambangan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” ujar Albert.

Merdeka menerapkan dua pendekatan utama dalam transisi energi, yakni melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero) serta integrasi panel surya di berbagai area operasional.

Tambang Emas Tujuh Bukit yang dikelola PT Bumi Suksesindo telah memanfaatkan listrik bersih berbasis tenaga air melalui REC sejak 2022.

Sementara Tambang Emas Pani di Gorontalo juga mulai menggunakan listrik bersih bersumber dari PLTA Bakaru secara efektif per 1 Januari 2026 melalui skema REC.

Selain itu, panel surya telah diintegrasikan di Tambang Tembaga Wetar, Tambang Emas Tujuh Bukit, dan Tambang Nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) sebagai sumber energi terbarukan pendukung operasional.

Di sektor efisiensi energi, optimalisasi bahan bakar di Tambang Nikel SCM berhasil menghemat 563.293 liter B40 sepanjang 2025.

Seluruh entitas anak Merdeka kini menggunakan bahan bakar B40 sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih rendah emisi.

Pada aspek pengelolaan lingkungan, Merdeka mereklamasi 49,60 hektare lahan tambang sepanjang 2025, sehingga total reklamasi mencapai 143,56 hektare hingga akhir tahun.

Perusahaan juga menjalankan rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 6.084 hektare di luar wilayah tambang sebagai bagian dari komitmen konservasi lingkungan.

Seluruh entitas anak Merdeka telah mengantongi sertifikasi ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan.

Dalam bidang keberlanjutan global, Merdeka mempertahankan peringkat A dalam MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut, menjadikannya satu-satunya perusahaan diversified metals and mining di Indonesia yang meraih capaian tersebut.

Penguatan energi terbarukan, efisiensi bahan bakar, dan pengelolaan lingkungan ini mempertegas posisi Merdeka Copper Gold sebagai salah satu perusahaan tambang nasional yang fokus pada transformasi pertambangan berkelanjutan dan rendah emisi. [rea/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.