Ming Soedarmono Puas dengan Kualitas Turnamen CLS International Cup 2026, Buka Peluang CLS Kembali ke Liga Profesional
Surabaya (beritajatim.com) – Turnamen Salonpas Let’s Move CLS International Cup 2026 yang berlangsung selama sepekan di GOR CLS Surabaya resmi berakhir pada Sabtu (4/7/2026). Penyelenggara menilai kualitas persaingan pada edisi tahun ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Ketua Yayasan CLS, Ming Soedarmono, mengaku puas dengan jalannya kompetisi. Menurutnya, pertandingan berlangsung sengit dan kompetitif dengan persaingan yang semakin merata antartim peserta.
“Tahun ini cukup bagus, pertandingannya cukup ramai. Mereka saling mengalahkan di tiap pertandingan,” ujar Ming saat ditemui di GOR CLS usai laga final NS Matrix melawan BBM CLS.
Ming mengatakan, kekuatan tim peserta kini semakin berimbang. Tim-tim dari Jakarta, Bandung, Malaysia, hingga Singapura mampu menunjukkan kualitas permainan yang kompetitif. Salah satu kejutan dalam turnamen ini adalah keberhasilan CLS BBM melaju hingga partai final, melampaui prediksi awal yang lebih mengunggulkan Dewa United.
Berkaca dari keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, panitia telah menyiapkan sejumlah evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Salah satu fokus utama adalah menjaga kualitas persaingan dengan menghadirkan tim-tim yang memiliki level sepadan serta memperluas partisipasi negara-negara Asia Tenggara.
“Untuk kedepannya mungkin kita akan cari tim-tim yang setara lagi. Filipina mungkin perlu didatangkan, atau dengan Vietnam. Jadi ada empat negara ASEAN yang bisa join di turnamen ini,” imbuhnya.
Keberhasilan CLS BBM mencapai babak final juga menjadi bukti konsistensi CLS dalam melakukan pembinaan atlet usia muda. CLS terus berkomitmen membina pebasket mulai dari kelompok umur (KU) 10 tahun hingga 18 tahun, yang selanjutnya dipersiapkan melalui tim Under-23 (U-23).
Ming juga membuka peluang CLS kembali tampil di kompetisi basket profesional. Namun, menurutnya, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada dukungan sponsor.
“Dari pertama kan saya bilang, saya mau join terus. Tapi ya kita menunggu dana saja, ada sponsor yang mau berpihak pada kita. Saat ini fokusnya menyediakan pemain, kita tinggal tunggu sponsor. Kalau sudah siap, ya kita terjun lagi,” tegasnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pemantauan bakat (scouting). Sejumlah pemain yang tampil menonjol akan direkomendasikan untuk memperkuat Kota Surabaya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur serta tim PON Jawa Timur mendatang.
Pihak CLS menyebut proses pemantauan dan perekrutan pemain tersebut dikoordinasikan langsung oleh Abram yang menangani pemetaan potensi pemain di lapangan. (way/kun)
Link informasi : Sumber