Pasca Penertiban, Jumlah PKL Pasar Kebalen Malang Lebih Banyak Ketimbang Pedagang

0

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang melakukan penertiban Pasar Kebalen agar terlihat rapi dan tidak mengganggu warga dan pengguna jalan.

Kondisi di Pasar Kebalen cukup dilematis karena jumlah pedagang kaki lima (PKL) lebih banyak daripada pedagang yang terdata.

Menjamurnya PKL yang berjualan di jalan raya membuat pembeli memilih belanja di PKL. Hal ini membuat pedagang yang semula berdagang di dalam akhirnya ikut berjualan di luar pasar. Kondisi ini berlangsung bertahun-tahun sejak tahun 1990 an.

“Ada 2 pedagang pasar Kebalen dan PKL Jalan Zaenal Zakse. PKL ini sebenarnya ada pada saat pembangunan Pasar Besar, ada yang ditaruh di sini dan ada yang ditaruh di Kedungkandang. Dari situlah dengan perkembangan kota semakin bertambah, dan berpengaruh terhadap arus lalu lintas yang ada di Jalan Zaenal Zakse,” kata Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, Jumat, (8/5/2026).

Eko menuturkan, data yang ada jumlah pedagang yang resmi sekitar 300 orang. Sementara jumlah PKL mencapai 800 orang. Sebagai toleransi Pemkot Malang memperbolehkan PKL berdagang sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Jika melebihi itu mereka segera menutup lapak jualan.

“Nanti mereka harus menyadari jam 06.00 harus bersih, ya mungkin jam 6.30 atau jam 07.00 gitu. Kita tata, kita tetap beri kesempatan untuk cari makan. Artinya tetap mencari solusi yang terbaik,” ujar Eko.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, selama ini dirinya mendapat banyak keluhan dari masyarakat terkait Pasar Kebalen. Arus lalu lintas menjadi hal yang paling berpengaruh. Untuk menjaga ketertiban untuk sementara waktu Pemkot Malang akan menetapkan personelnya.

“Untuk sementara waktu akan ada penjagaan. Agar tidak berjualan lagi di jalan,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Ketua Koordinator PKL Pasar Kebalen Muhammad Salam mengatakan, bahwa semua pedagang sudah mendapat edaran informasi terkait penertiban pasar. Apalagi Pemkot Malang juga sudah memasang banner imbauan larangan berdagang.

“Semua sudah mendapat informasi. Kalau ada yang belum mungkin itu hanya beberapa saja. Mungkin saat informasi diberikan mereka tidak berjualan atau tidak diberi informasi sama pedagang kanan – kirinya. Tapi edaran itu sudah diberikan,” kata Salam. (luc/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.