Penerbangan Perdana Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99 Ribu Jemaah Haji Tiba di Indonesia

0

RINGKASAN BERITA:

  • Kemenhaj RI resmi membuka draf penerbangan perdana pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Bandara AMAA Madinah.
  • Sebanyak 99.497 jemaah dan petugas haji Indonesia atau sekitar 48 persen kuota nasional telah tiba di tanah air.
  • Koridor pendorongan jemaah Gelombang II dari pemondokan Makkah menuju Madinah menyentuh angka 60.870 orang.
  • Jemaah diimbau memperketat pengamanan dokumen paspor serta dilarang keras menyelundupkan air zamzam ke bagasi.

Makkah (beritajatim.com) — Fase operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H / 2026 M resmi memasuki babak baru pada hari ke-57. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengonfirmasi dimulainya penerbangan perdana pemulangan jemaah haji Gelombang II yang bertolak langsung dari Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah menuju berbagai debarkasi di tanah air.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, tonggak penting operasional ini menandai bahwa hampir separuh dari total populasi jemaah Indonesia telah berhasil dievakuasi kembali ke tanah air. Hingga hari ke-15 fase kepulangan, draf manifes penerbangan internasional dari dua sirkuit bandara utama Arab Saudi berjalan linier secara aman dan terkendali.

“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” urai Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, dalam konferensi pers berkala di Makkah, Selasa (16/06/2026).

Maria memaparkan secara rigid, akumulasi logistik udara mencatat sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah resmi lepas landas meninggalkan wilayah udara Arab Saudi via Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Dari pergerakan tersebut, sebanyak 101.391 jemaah murni dan 1.042 petugas kloter (total 102.433 orang) berada di dalam draf manifes kepulangan Gelombang I.

Hingga Selasa ini, sebanyak 253 kloter di antaranya telah mendarat dengan selamat di Indonesia. Total kedatangan riil yang menginjakkan kaki di tanah air menyentuh angka 99.497 orang, terdiri atas 98.487 jemaah reguler dan 1.010 petugas pendamping. Sementara untuk kuota jemaah haji khusus, draf data kepulangan berada di angka 15.802 orang (15.066 jemaah dan 736 petugas travel).

Di kaveling darat, pergerakan jemaah Gelombang II yang bergeser dari Makkah menuju Madinah terus dipacu. Sektor Hijrah mencatat sebanyak 157 kloter yang mengangkut 60.242 jemaah dan 628 petugas (total 60.870 orang) telah merapat di pemondokan Madinah guna menuntaskan program ziarah dan ibadah Arbain.

Menyikapi kompleksitas alur pemeriksaan di terminal keberangkatan Bandara Madinah, Kemenhaj melayangkan imbauan taktis operasional. Jemaah diminta memberikan perhatian khusus pada keamanan draf dokumen perjalanan, terutama paspor fisik, agar diletakkan pada kompartemen tas yang mudah diakses dan tidak terselip ke dalam koper besar.

Selain itu, Maria mengingatkan jemaah untuk mematuhi regulasi penerbangan internasional dengan menihilkan penyelundupan botol air zamzam di dalam koper kabin maupun bagasi. Kepatuhan ini krusial guna menghindari draf pembongkaran paksa koper yang memicu keterlambatan jadwal terbang (delay). Jatah air zamzam resmi akan dibagikan langsung secara merata di debarkasi tanah air.

“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” tegas Maria.

Momentum penerbangan perdana dari Madinah yang bertepatan dengan malam pergantian kalender Islam ini dimanfaatkan Kemenhaj RI untuk melayangkan pesan edukasi spiritual. Otoritas kementerian mendorong jemaah untuk mengonversi ketahanan fisik selama di Tanah Suci menjadi kesalehan sosial jangka panjang saat tiba di rumah.

“Atas nama Kemenhaj, kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya jemaah haji Indonesia. Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” kata Maria.

Kementerian berharap jemaah haji 2026 mampu menjadi motor penggerak akhlak mulia dan persaudaraan harian di Indonesia, terutama dalam menjaga kepedulian terhadap lansia dan disabilitas yang sempat dipupuk selama di Makkah-Madinah.

“Inilah makna Sukses Peradaban dan Keadaban yang menjadi bagian dari Tri Sukses Kementerian Haji. Ketika nilai-nilai haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya memungkasi siaran pers kementerian. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.