Layani Jemaah Sampai Kloter Terakhir, Bus Shalawat di Makkah Tetap Siaga 24 Jam hingga 21 Juni

0

RINGKASAN BERITA:

  • Otoritas PPIH Arab Saudi menjamin layanan Bus Shalawat di Makkah tetap beroperasi penuh selama 24 jam nonstop.
  • Seluruh armada bus gratis penunjang ibadah ke Masjidil Haram ini akan resmi mengakhiri operasional pada 21 Juni 2026.
  • Sebanyak 52 unit bus disiagakan khusus untuk mengawal pergerakan sisa kloter jemaah hingga hari terakhir penutupan.
  • Dua rute utama di wilayah Syishah dan Hotel Al-Hidayah Tower resmi dihentikan total karena jemaahnya telah kosong.

Makkah (beritajatim.com) — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan draf layanan transportasi Bus Shalawat bagi jemaah haji Indonesia di Makkah tetap beroperasi penuh selama 24 jam nonstop.

Fasilitas angkutan gratis pulang-pergi dari pemondokan hotel menuju Masjidil Haram tersebut dijamin akan terus bersiaga melayani para tamu Allah hingga draf penutupan resmi pada 21 Juni 2026 mendatang.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, jaminan kelancaran akomodasi ini dikeluarkan guna menepis kekhawatiran jemaah seiring menyusutnya populasi jemaah Indonesia di kota kelahiran Nabi.

Saat ini, pergerakan massal jemaah gelombang pertama telah tuntas diterbangkan ke tanah air, disusul pendorongan jemaah gelombang kedua ke Madinah secara bertahap.

“Kami ingin menyampaikan bahwa layanan transportasi di Makkah, terutama bus shalawat, untuk salat lima waktu ke Masjidil Haram tetap beroperasi,” tegas Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, saat memberikan keterangan resmi kepada Tim Media Center Haji di Makkah.

Syarif memaparkan, draf penyusutan jumlah jemaah di lapangan secara otomatis memicu rasionalisasi jumlah armada yang mengaspal di jalur pemukiman Makkah. Kendati demikian, pengurangan kuantitas bus dipastikan tidak akan menurunkan kualitas respons dan waktu tunggu jemaah di setiap halte sektor.

Pihak kementerian mengunci draf kesiapan sebanyak 52 unit bus kasta utama yang diplot khusus untuk mengamankan pergerakan spiritual sisa kloter terakhir jemaah gelombang kedua sebelum mereka didorong ke Madinah. Seluruh halte pemberhentian maupun titik pemberangkatan di ring luar hotel dipastikan tetap dikoordinasikan secara normal oleh petugas pos lapangan.

“Sampai hari terakhir nanti akan kami sediakan sebanyak 52 unit untuk kloter terakhir yang pulang [didorong ke Madinah] pada 21 Juni 2026,” urai Syarif merinci draf ketetapan operasional kementerian.

Lebih lanjut, Syarif mengumumkan adanya draf penutupan total pada dua rute reguler menyusul kosongnya kapasitas hunian hotel di kaveling wilayah tersebut. Dua koridor trayek transportasi yang resmi dihentikan operasionalnya per pekan ini antara lain:

  • Rute Jalur 14: Menghubungkan titik jemput Hotel Al-Hidayah Tower menuju Terminal Jabal Ka’bah.
  • Rute Jalur 22: Melayani mobilisasi jemaah dari area pemondokan wilayah Syishah menuju Terminal Syib Amir.

Penutupan jalur tersebut murni dilakukan karena seluruh jemaah yang menghuni kaveling hotel di kedua kawasan tersebut telah bermigrasi secara komplit menuju Madinah maupun bandara Jeddah.

Kebijakan ini diikuti dengan langkah relokasi taktis para petugas transportasi yang semula berjaga di rute 14 dan 22 ke halte-halte lain yang draf kepadatan jemaahnya masih terpantau tinggi.

Pihak PPIH mengimbau jemaah yang tersisa untuk tetap menjaga kedisiplinan antrean serta memperhatikan draf perubahan jadwal penjemputan berkala dari hotel.

Manajemen transportasi memastikan komitmen pelayanan satu komando ini akan terus dipertahankan demi menjaga kepuasan serta kekhusyukan ritual ibadah para jemaah haji Indonesia hingga lembar operasional Makkah resmi ditutup seutuhnya. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.