Perluas Akses JKN, BPJS Kesehatan Cabang Kediri Gandeng 9 Faskes Baru

0

Ringkasan Berita:

  • BPJS Kesehatan Cabang Kediri resmi menambah mitra kerja sama dengan 9 fasilitas kesehatan (faskes) baru guna memperluas akses layanan Program JKN.
  • Faskes baru tersebut terdiri atas 8 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 1 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), yakni RS Medika Utama.
  • Klinik Muhammadiyah Wlingi bergabung sebagai mitra dengan membawa semangat gotong royong dalam memberikan layanan kesehatan bermutu bagi umat.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dan BPJS Kesehatan menekankan pentingnya komitmen mutu serta komunikasi intensif bagi faskes baru untuk memastikan pelayanan yang optimal bagi seluruh peserta JKN.

Kediri (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan Cabang Kediri secara resmi menjalin kerja sama baru dengan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dalam upaya strategis memperluas akses pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat. Penambahan mitra ini mencakup 8 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berupa klinik dan Dokter Praktik Perorangan (DPP), serta 1 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Daftar FKTP yang kini resmi bergabung meliputi Klinik Raya Medika, Klinik Muhammadiyah Wlingi, Klinik Khadijah Permata Hati 2, serta DPP dr. Rio Kasino, DPP dr. Putra Dwi Noviono, DPP dr. Hartadi Pramulia, DPP dr. Juliana Veronica B., dan DPP drg. Anis Khoirin Hayati. Sementara untuk tingkat FKRTL, RS Medika Utama kini telah resmi menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan.

dr. Wison Pramu Astiko, pimpinan Klinik Muhammadiyah Wlingi, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata klinik dalam merealisasikan visi pelayanan berbasis gotong royong dan amal bagi masyarakat.

”Pada prinsipnya Klinik Muhammadiyah Wlingi berasal dari suatu rencana untuk beramal, dalam artian memberi layanan terbaik untuk umat dan masyarakat. Dengan kita bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kami berupaya memberikan pertolongan kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip gotong royong,” ungkap dr. Wison, Rabu (20/5/2026).

Menyambut bergabungnya mitra baru, Plt. Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Ratih Kristiana Wijaya, mengingatkan agar setiap faskes konsisten menjaga mutu pelayanan sesuai dengan komitmen yang telah disepakati. Ia juga mendorong faskes untuk proaktif mengomunikasikan setiap kendala yang muncul di lapangan.

”Tentunya ada beberapa hal yang harus digarisbawahi, salah satunya terkait perjanjian kerja sama dan komitmen yang harus dijalankan. Faskes yang baru bergabung mungkin masih menghadapi sejumlah kendala, sehingga diharapkan tidak ragu menyampaikan permasalahan di lapangan. Karena itu, sinergi dan komunikasi bersama perlu terus diperkuat,” jelas Ratih.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menegaskan bahwa penambahan ini adalah solusi atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Seluruh faskes baru ini telah melalui proses kredensialing ketat yang melibatkan Dinas Kesehatan serta Asosiasi Fasilitas Kesehatan untuk memastikan standar pelayanan terpenuhi.

”BPJS Kesehatan terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik untuk peserta JKN. Dengan bertambahnya mitra fasilitas kesehatan, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan,” tutur Tutus.

Ia menambahkan, setiap fasilitas kesehatan yang telah resmi menjadi bagian dari ekosistem JKN harus memahami bahwa tanggung jawab pelayanan bukan hanya terletak pada manajemen, melainkan seluruh unsur di dalam faskes tersebut.

”Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan dan resmi menjalin kerja sama, fasilitas kesehatan berarti sepakat menjadi bagian dari ekosistem JKN serta berkomitmen menjalankan ketentuan dan aturan yang tercantum dalam perjanjian kerja sama, guna memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh peserta JKN,” tutup Tutus. [nm/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.