PG Ngadiredjo Kediri Beri Apresiasi Sopir Truk Tebu Berkualitas Terbaik, Dapat Hadiah Gula 10 Kilogram

0

Ringkasan Berita

  • PG Ngadiredjo Kediri memberikan hadiah 10 kilogram gula kepada sopir truk yang mengirim tebu berkualitas terbaik melalui program Jumat Berkah.
  • Penghargaan diberikan kepada driver yang membawa tebu plontos dengan Kriteria A, sesuai standar Manis, Bersih, dan Segar (MBS).
  • Program apresiasi akan dilaksanakan rutin setiap hari Jumat untuk memotivasi petani dan pengangkut menjaga mutu bahan baku tebu.
  • PG Ngadiredjo menerapkan klasifikasi kualitas tebu mulai Kriteria A hingga G guna memastikan bahan baku yang diolah menghasilkan gula kristal putih berkualitas tinggi.

Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kediri memberikan apresiasi kepada para sopir truk pengangkut tebu yang berhasil menyetor bahan baku berkualitas terbaik. Penghargaan tersebut diberikan dalam program Jumat Berkah sebagai bentuk motivasi untuk menjaga mutu tebu yang masuk ke pabrik.

Pada pelaksanaan Jumat Berkah, Jumat (31/7/2026), para driver yang membawa tebu dengan kualitas terbaik memperoleh hadiah berupa 10 kilogram gula per orang.

Pelaksana Harian (Plh) General Manager PG Ngadiredjo Kediri, Faiz Humami, mengatakan kualitas Bahan Baku Tebu (BBT) menjadi faktor utama dalam menghasilkan gula kristal putih berkualitas. Karena itu, pihaknya menerapkan seleksi ketat terhadap tebu yang diterima dengan mengutamakan standar Manis, Bersih, dan Segar (MBS).

“Untuk menunjang kualitas hasil gula terbaik, kami menerapkan seleksi ketat dalam penerimaan bahan baku tebu. Kualitas yang dianjurkan adalah Manis, Bersih, dan Segar (MBS),” ujarnya.

Menurut Faiz, penghargaan pada program Jumat Berkah diberikan kepada sopir truk yang mengangkut tebu plontos dengan kriteria A, yakni kualitas terbaik dalam standar penerimaan bahan baku di PG Ngadiredjo.

“Maka di kesempatan Jumat Berkah ini kami mengapresiasi kepada sopir truk yang beruntung dengan memberikan gula masing-masing 10 kilogram, yaitu mereka yang memuat tebu plontos dengan kriteria A,” katanya.

Ia menegaskan program tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat sebagai bentuk dorongan kepada seluruh mitra petani dan pengemudi agar terus menjaga kualitas tebu yang dikirim ke pabrik.

“Apresiasi ini sebagai motivasi kepada semua driver pengangkut tebu agar semakin semangat untuk menyetorkan tebunya dengan kualitas MBS. Dan apresiasi ini akan kami bagikan setiap hari Jumat,” tandas Faiz.

Sementara itu, Manajer Tanaman PG Ngadiredjo Kediri, Sabar Dwi Komaruddin, menjelaskan bahwa pabrik menerapkan sejumlah klasifikasi dalam proses penerimaan bahan baku tebu.

Untuk Kriteria A, tebu harus bersih dari daduk, menggunakan tali tutus, tanpa sogolan, tanpa pucuk, serta bebas dari material nontebu. Kategori ini menjadi standar mutu tertinggi yang diharapkan pabrik. Adapun Kriteria B merupakan tebu dengan sedikit pucuk dan sedikit daduk tanpa sogolan maupun material nontebu.

Sementara Kriteria C mencakup tebu yang masih terdapat sogolan, pucuk, dan daduk, termasuk hasil panen menggunakan cane harvester, namun tetap tanpa material nontebu.

Selanjutnya, Kriteria D merupakan tebu dengan banyak sogolan, banyak daduk, serta masih menggunakan tali pucuk tebu. Kriteria E diperuntukkan bagi tebu yang terbakar.

Sedangkan Kriteria F merupakan tebu yang masih tercampur material nontebu seperti tanah, batu, maupun daun. Adapun Kriteria G adalah tebu brondolan. “Ayo setorkan tebu dengan kualitas terbaik dan raih hadiahnya, mutu terjaga hadiah menanti,” pungkas Sabar.

Program apresiasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh mitra petani dan pengangkut tebu untuk selalu menjaga kualitas bahan baku. Dengan pasokan tebu yang memenuhi standar MBS, PG Ngadiredjo optimistis dapat mempertahankan kualitas gula kristal putih sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi selama musim giling 2026. [nm/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.