Aksi Massa Pesilat PSHT, Kepala Aparat Terluka Kena Lemparan Batu
Surabaya (beritajatim.com) – Aksi ribuan anggota Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) ke markas Debt Collector (DC) di Jalan Teuku Umar, Kota Surabaya, berlangsung pada Jumat sore (31/7/2026).
Lautan massa berpakian serba hitam dengan kendaraan bermotor tersebut dihadang dan diblokade oleh petugas gabungan TNI-Polri di persimpangan Jalan R.A. Kartini, sekitar 300 meter sebelum memasuki markas DC di kawasan pemukiman padat penduduk.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan massa perguruan silat akibat belum tertangkapnya oknum DC yang diduga menjadi pelaku pembacokan terhadap rekan seperguruannya.
Blokade barikade petugas gabungan yang berlangsung dari pukul 16.03 hingga 17.00 WIB sempat memanas dan diwarnai aksi lempar batu ke arah petugas, hingga menyebabkan seorang aparat mengalami luka di kepala.
Di tengah ketegangan tersebut, massa pesilat terus menyerukan teriakan protes secara serempak. “Tangkap pelaku! Tangkap pelaku! Tangkap pelaku!”.
Sementara itu, petugas TNI-Polri tampak juga mengamankan warga di kompleks pemukiman padat penduduk dengan mengunci portal palang dan berjaga ketat agar tidak ada warga yang berkeliaran.
Suasana panas akhirnya berangsur mereda lewat dari pukul 17.00 WIB, setelah massa pesilat mengomando anggotanya untuk membubarkan diri dari lokasi.
Menanggapi aksi tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menegaskan bahwa pihak kepolisian sedang memproses kasus ini secara profesional untuk memburu oknum DC pelaku pembacokan.
“Pelaku yang memang terbukti melakukan tindak pidana kemarin pembacokan kita proses. Dan memang masih ada satu pelaku yang sampai sekarang masih kita cari,” ujar Luthfi.
Ia juga memastikan bahwa situasi di kawasan perkampungan sekitar Jalan Teuku Umar kini telah kembali kondusif.
Menutup keterangannya, Luthfi mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke Polrestabes Surabaya apabila mengetahui keberadaan buronan tersebut guna mempercepat proses penangkapan.
“Saya juga minta bantuan informasi barangkali warga masyarakat ada mengetahui, tolong diinformasikan juga kepada kami dan segera kita lakukan upaya paksa untuk proses penangkapan pelaku,” ucapnya. (rma/but)
Link informasi : Sumber