Polres Ponorogo Tebar Kepedulian, Salurkan 200 Paket Bansos di Hari Bhayangkara
Ponorogo (beritajatim.com) – Komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat kembali diwujudkan Polres Ponorogo pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan bakti sosial, sebanyak 200 paket bantuan sosial (bansos) disalurkan kepada empat kelompok warga, yakni mahasiswa, pengemudi ojek online, petugas kebersihan, dan tukang becak di halaman Mapolres Ponorogo.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, didampingi Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto Fauzal. Sejumlah pejabat utama (PJU) bersama personel Polres Ponorogo juga turut hadir dalam penyaluran bantuan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 tersebut.
Sebanyak 200 paket bansos itu dibagi merata kepada empat kelompok masyarakat. Masing-masing 50 paket diberikan kepada mahasiswa, 50 paket untuk pengemudi ojek online, 50 paket bagi petugas kebersihan atau tukang sapu, serta 50 paket lainnya kepada para tukang becak.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut bukan sekadar agenda seremonial peringatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk pengabdian sekaligus ungkapan rasa syukur Polri dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sesuai slogan kami, Polri untuk Masyarakat, kami ingin komitmen tersebut benar-benar terwujud di wilayah hukum Polres Ponorogo,” ungkap AKBP Andin, Rabu (24/6/2026).
Ia berharap bantuan sosial yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Ponorogo. Kehadiran Polri, kata dia, tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Polri merupakan pelayan masyarakat. Sehingga apabila masyarakat membutuhkan bantuan, kami akan selalu siap memberikan pelayanan,” ungkap AKBP Andin.
Selain menyalurkan bantuan sosial, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepolisian. Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Hal itu penting agar institusi Polri semakin profesional, humanis, dan semakin dekat dengan warga.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar ke depan Polri menjadi semakin baik. Apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kami, silakan disampaikan sebagai bentuk evaluasi,” pungkas AKBP Andin. (end/kun)
Link informasi : Sumber