Program MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban Berjalan, Semua Fasilitas Gratis
Tuban (beritajatim.com) – Pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, sudah digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti sebanyak 256 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA, termasuk 60 siswa dari Kabupaten Bojonegoro.
Adapun Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban menyediakan fasilitas lengkap secara gratis meliputi, gedung sekolah SD hingga SMA, asrama siswa yang nyaman, kantin, laboratorium komputer, perpustakaan, serta lapangan olahraga.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nissa mengatakan bahwa fasilitas yang tersedia secara kualitas sangat baik. Bahkan, beberapa diantaranya termasuk fasilitas ramah anak yang dapat mendukung perkembangan dan kemajuan siswa.
“Ini mudah-mudahan juga akan dapat sangat dimanfaat bagi anak-anak, dimanfaatkan untuk meningkatkan memotivasi siswa untuk lebih berprestasi,” ungkap Vera sapaannya. Jumat (07/08/2026).
Lanjut, program MPLS akan berlangsung hingga 25 Agustus 2026 mendatang. Setelah itu, siswa akan mengikuti program matrikulasi sebelum pembelajaran reguler dimulai pada 31 Agustus 2026.
“Untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah berasrama, pelaksanaan MPLS dibagi dalam empat fase,” imbuhnya.
Empat fase yang dimaksud yakni mulai dari adaptasi lingkungan sekolah, pembentukan karakter dan kedisiplinan, pengenalan akademik, hingga fase penutupan yang berfokus pada pengembangan potensi dan kreativitas siswa.
Pada fase pra-MPLS yang berlangsung 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, seluruh siswa baru akan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 1 Agustus 2026 yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Tuban.
“Kemudian, siswa akan mengikuti fase kesamaptaan dan penguatan karakter yang berisi materi bela negara, kemandirian, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur TNI serta program Bakti Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian. Termasuk siswa akan mendapatkan pembekalan literasi dan numerasi, literasi digital, pencegahan perundungan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya judi online, serta perlindungan siswa. Rangkaian MPLS kemudian ditutup melalui kegiatan bertajuk Gerbang Cahaya Masa Depan yang menampilkan kreativitas dan potensi para siswa.
Sementara itu, Sofia salah satus siswa baru tingkat SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban mengaku nyaman menempati gedung baru selama program MPLS berlangsung. Menurutnya fasilitas yang tersedia sangat lengkap dan memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Senang bisa sekolah disini, fasilitasnya memang memadai dan sangat-sangat bagus. Kami sebagai keluarga yang kurang mampu sangat terbantu dengan adanya program sekolah ini,” kata Sofia lulusan SMP Negeri Merakurak yang kini masuk di bangku SMA Sekolah Rakyat.
Ia mengakui sebagai anak yang berasal dari keluarga kurang mampu program unggulan Presiden Prabowo tersebut cukup membantu anak-anak sepertinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Hal senada juga disampaikan oleh orang tua Sofia, M. Rofinha juga menyebut karena keterbatasan biaya, mereka para orang tua dulu tidak melanjutkan pendidikan bahkan Sekolah Dasar (SD) saja tidak lulus.
“Saya SD aja gak lulus, kemungkinan kalau gak ada program pemerintah sekolah rakyat, mungkin anak saya sudah putus di jalan, tidak bisa melanjutkan sekolah jenjang SMA,” ungkap ayah Sofia.
Dilain waktu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky saat menghadiri Open House dan pembukaan MPLS menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban.
“Selama masa pengenalan lingkungan sekolah terdapat arahan Presiden agar Sekolah Rakyat berkolaborasi dengan Akademi Militer dan Akademi Kepolisian untuk membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama, terutama dalam hal kedisiplinan dan tata tertib,” tutur Mas Lindra sapaan Bupati Tuban.
Berkaitan dengan MPLS ini, pada tahapan pengenalan ada instruksi dari Bapak Presiden untuk berkolaborasi dengan Akmil dan Akpol guna membantu adik-adik ini dalam proses penyesuaian diri. Khususnya terhadap hal-hal kedisiplinan atau tata cara yang ada di asrama.
Lebih lanjut, para siswa memperoleh fasilitas pendidikan dan kebutuhan harian yang ditanggung negara selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat dan semuanya ditanggung oleh negara mulai dari apa yang mereka kenakan, sampai bahkan mereka mendapatkan konsumsi sehari tiga kali, dan ada tambahan snack dan seterusnya.
“Artinya, Bapak Presiden bukan hanya meningkatkan pendidikan, tetapi juga memperbaiki gizi,” tutup Mas Lindra. [dya]
Link informasi : Sumber