PSHT ancam Hitamkan Surabaya Jika Polisi Gagal Tangkap Sisa Pelaku Bacokan di Parkiran Ambyar Superclub

0

Surabaya (beritajatim.com) – Persatuan Setia Hati Terate atau PSHT bakal kembali ‘hitamkan’ Surabaya apabila pihak kepolisian gagal menangkap sisa satu pelaku pembacokan di parkiran Ambyar Super Club Surabaya yang terjadi, Minggu (26/7/2026) dini hari lalu.

Komando Arus Bawah PSHT Jawa Timur Bondan mengatakan PSHT akan memberikan waktu bagi pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus pembacokan dengan menangkap satu pelaku lain yang masih buron. Diketahui dalam peristiwa tersebut dua petugas parkir yang juga anggota PSHT.

“Bilamana ini nanti berlarut-larut dan pelaku tidak tertangkap, saya pastikan akan kami hitamkan dengan massa yang lebih besar,” kata Bondan.

Bondan berkomitmen untuk percaya terhadap proses hukum yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian. Ia meminta agar seluruh anggota menahan diri dan tidak bertindak melanggar hukum yang dapat membuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Kota Surabaya terganggu.

“Kami kasih kesempatan kepada beliau-beliau karena menangkap orang itu tidak seperti beli motor. Kami tunggu dulu. Kalau berlarut-larut, kami hitamkan lagi,” ujarnya.

Bondan mengklaim aksi lanjutan nantinya dapat diikuti lebih dari 10 ribu anggota PSHT dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dia juga mengajak masyarakat, khususnya warga PSHT, membantu kepolisian apabila mengetahui keberadaan pelaku yang masih buron.

“Nanti akan disebarkan DPO-nya. Kalau ada yang tahu keberadaannya, segera infokan. Kita juga sedang mencari, rekan-rekan bantu,” ucapnya.

Dia mengatakan PSHT akan terus mengawasi jalannya proses hukum hingga perkara tersebut memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas .

“Ini adalah bentuk solidaritas untuk saudara kami yang menjadi korban. Kami tidak punya kepentingan apa-apa selain memperjuangkan keadilan untuk saudara kami,” pungkasnya. (ang/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.