Raba Bagian Sensitif Siswa, Ini Modus dari Guru Madrasah Bangkalan
Bangkalan (beritajatim.com) – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang guru madrasah berinisial ZA di Kecamatan Tragah, Bangkalan, terus didalami polisi. Salah satu hasil informasi yang didapat terkait modus yang dilakukan oleh pelaku. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya korban lain setelah enam siswa di bawah umur menjalani pemeriksaan visum medis.
Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo mengatakan, sejauh ini baru satu korban yang secara resmi melaporkan dugaan perbuatan tersebut kepada kepolisian. Namun, terdapat enam anak yang telah menjalani pemeriksaan visum.
“Hasil pemeriksaan atau korban yang sudah melapor di Polres itu ada satu korban resmi. Namun, enam anak sudah menjalani pemeriksaan visum medis. Dimungkinkan nanti ada beberapa korban lain yang akan melaporkan lagi,” ujar Wibowo, Jumat (21/08/2026).
Menurut Wibowo, penyidik masih menggali keterangan dari korban, saksi, dan terduga pelaku untuk memastikan rangkaian kejadian serta kemungkinan adanya anak didik lain yang pernah mengalami tindakan serupa.
Dugaan perbuatan tersebut disebut terjadi di lingkungan madrasah ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. ZA diduga memanfaatkan sejumlah aktivitas pembelajaran untuk melakukan tindakan tidak senonoh terhadap para siswa.
“Modus yang digunakan pelaku bermacam-macam, mulai dari memanfaatkan momen saat praktik pembelajaran hingga ketika siswa diminta maju mengerjakan tugas di depan kelas. Pelaku melakukan aksinya dengan cara meraba beberapa bagian sensitif tubuh para siswi,” jelasnya.
Polisi kini tidak menutup kemungkinan jumlah korban bertambah. Terlebih, kasus tersebut baru terungkap setelah salah satu siswa berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga.
Karena itu, kepolisian mengimbau para orang tua yang memiliki anak atau anggota keluarga yang pernah belajar di madrasah tersebut untuk segera melapor apabila mengetahui adanya dugaan tindakan serupa.
“Kami menyampaikan bagi masyarakat yang berada di sekitar madrasah tersebut, yang mungkin menjadi korban mulai dari beberapa waktu yang lalu, silakan melapor. Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk menerima laporan tersebut,” kata Wibowo. [sar/but]
Link informasi : Sumber