RSUD dr. Harjono Ponorogo Kembangkan Layanan Kateterisasi Jantung, Pasang Ring Tanpa Operasi
Ponorogo (beritajatim.com) – Warga Ponorogo kini memiliki pilihan layanan penanganan penyakit jantung koroner tanpa harus menjalani operasi terbuka. RSUD dr. Harjono Ponorogo mengembangkan layanan kardiovaskular intervensi nonbedah melalui fasilitas kateterisasi jantung. Layanan ini memungkinkan dokter memeriksa kondisi pembuluh darah jantung, sekaligus melakukan tindakan pemasangan ring jika dibutuhkan. Kehadiran layanan tersebut, diharapkan dapat memperluas akses pengobatan penyakit jantung bagi masyarakat di Ponorogo dan sekitarnya.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Anna Budiarti, Sp.JP (K), FIHA, mengatakan layanan tersebut menjadi salah satu unggulan rumah sakit. Menurutnya, fasilitas kateterisasi jantung merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah. Masyarakat yang membutuhkan tindakan intervensi jantung, tidak selalu harus menjalani prosedur bedah terbuka.
“Ini merupakan salah satu layanan unggulan dari Rumah Sakit Dr. Harjono Ponorogo yang kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Ponorogo, layanan unggulan di bidang kardiovaskular,” ungkap dr. Anna Budiarti, Sabtu (24/10/2026).
Anna menjelaskan, kateterisasi jantung dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah koroner pada pasien dengan dugaan penyakit jantung koroner. Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengetahui apakah terdapat penyempitan pembuluh darah yang memerlukan pemasangan ring jantung atau tidak. Jika tindakan diperlukan, dokter dapat melakukan intervensi melalui pembuluh darah tanpa membuka rongga dada. Prosedur ini termasuk tindakan invasif nonbedah karena menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui pembuluh darah.
Pemasangan kateter dilakukan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau lipat paha. Dari jalur tersebut, dokter dapat mengarahkan alat untuk memeriksa pembuluh darah jantung dan melakukan tindakan sesuai kondisi pasien. Ring jantung berfungsi membantu menjaga pembuluh darah yang menyempit tetap terbuka agar aliran darah dapat membaik.
“Masyarakat jangan khawatir, yang sedang mengalami serangan jantung, pemasangan ring jantung itu bukanlah sesuatu yang harus dioperasi atau dibedah. Itu merupakan pelayanan invasif yang nonbedah,” jelas Anna.
Selain untuk penanganan penyakit jantung koroner, fasilitas kateterisasi juga berpotensi mendukung layanan intervensi neurologi atau saraf. RSUD dr. Harjono Ponorogo telah memiliki dokter spesialis neurologi konsultan intervensi neurologi. Menurut Anna, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah pada kasus stroke tertentu, khususnya stroke nonperdarahan. Apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya indikasi tindakan, pasien dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan intervensi sesuai kondisi medisnya.
Pengembangan layanan itu juga diarahkan untuk menangani penyakit jantung bawaan atau kelainan jantung kongenital. Anna menilai kebutuhan pelayanan tersebut di Ponorogo cukup besar. Selama ini, sebagian pasien yang membutuhkan penanganan khusus masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Jarak rujukan dan biaya pengobatan menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian keluarga pasien.
“Kasusnya di Ponorogo sebenarnya banyak. Cuman kan masyarakat kita masih terkendala, kalau kita mau merujuk ke luar itu, masih mengenai biaya dan sebagainya,” ungkapnya.
Karena itu, pihak rumah sakit berharap pengembangan fasilitas dan kompetensi tenaga medis dapat dilakukan secara bertahap. Targetnya, masyarakat memiliki akses lebih dekat terhadap layanan kardiovaskular yang semakin lengkap.
“Jadi harapan kami di sini, kami ingin layanan kardiovaskular yang paripurna cukup di Ponorogo saja,” imbuh Anna.
Dalam pengembangan layanan tersebut, RSUD dr. Harjono Ponorogo mendapat pendampingan dari RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Anna menjelaskan, keterlibatan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari program pengembangan layanan unggulan Kementerian Kesehatan. RSUD dr. Saiful Anwar berperan sebagai rumah sakit pengampu untuk wilayah Ponorogo. Pendampingan dilakukan sejak persiapan fasilitas kateterisasi hingga konsultasi teknis dalam pengembangan layanan. [ADV/end]
Link informasi : Sumber