Sapi Kurban Prabowo untuk Kota Blitar Tembus 1 Ton, Didatangkan dari Kediri

0

Blitar (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Iduladha, persiapan penerimaan sapi kurban bantuan presiden (Banpres) dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk Kota Blitar mulai dimatangkan. Tahun ini, seekor sapi super berbobot lebih dari 1 ton telah disiapkan. Menariknya, sapi tersebut didatangkan khusus dari sebuah peternakan besar di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Pemilihan sapi dari luar daerah ini bukan tanpa alasan. Faktor kesehatan hewan, terutama kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), menjadi pertimbangan utama.

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Blitar, Jeti Novita, menjelaskan bahwa sapi yang diusulkan harus memenuhi kriteria kesehatan yang sangat ketat.

“Bukan karena di kota tidak ada, tapi saat ini kan kita masih mewaspadai kondisi wabah seperti PMK. Secara teknis, ini menjadi pertimbangan kami mengambil ternak dari luar daerah, dan itu memang diizinkan. Kami memilih farm besar yang bisa menjamin penanganan dan pengamanan ternak tersebut sampai H-1 sebelum dikirim ke Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Blitar,” ujar Yeti saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

Jeti memaparkan, pemerintah pusat melalui Sekretariat Presiden (Setpres) menetapkan standar tinggi untuk sapi kurban ini. Selain harus dalam kondisi sehat walafiat dan sudah divaksin, sapi tersebut sama sekali tidak boleh memiliki riwayat terjangkit PMK maupun LSD. Nantinya, sapi ini juga harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan Kediri.

Untuk urusan bobot, sapi yang terpilih ini tidak main-main. Saat disurvei dan ditimbang sekitar satu bulan lalu, beratnya sudah menembus angka 1.080 kilogram.

“Syarat dari pusat minimal 1 ton. Sapi yang kita usulkan ini beratnya 1.080 kilogram saat diukur bulan lalu. Kita harapkan dengan perawatan dan pakan yang baik di sana, ada penambahan bobot lagi menjelang hari H,” jelas Jeti.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa proses seleksi dilakukan dengan sangat teliti. Tim survei turun langsung membawa tongkat ukur, tali, dan memastikan penimbangan dilakukan secara akurat untuk mendokumentasikan kelayakan sapi tersebut.

Meski sapi telah diusulkan dan disurvei, Yeti menegaskan bahwa proses saat ini masih berada dalam tahap administrasi. Pihaknya masih menunggu konfirmasi resmi dari Sekretariat Presiden terkait legalitas pembelian dan pembayaran.

“Sesuai arahan pusat, dari beberapa pilihan, satu kabupaten/kota hanya menunjuk satu sapi. Saat ini pembayarannya belum dilakukan karena kami masih menunggu administrasi dari Sekretariat Presiden. Setelah sapi tersebut sah dibeli secara resmi, identitas peternak dan semua dokumentasinya akan kami rilis ke publik,” tambahnya.

Langkah preventif dengan menitipkan sapi di peternakan asal hingga H-1 Iduladha dinilai sebagai keputusan terbaik. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga selama masa tunggu.

“Secara fisik mungkin terlihat sehat, tapi dalam masa tunggu kita tidak mau mengambil risiko. Tahapan antisipasi ini untuk memastikan sapi Banpres tahun kedua (untuk Kota Blitar) ini benar-benar aman tanpa kendala saat pelaksanaan hari H,” pungkas Jeti. (owi/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.