Selama Tiga Hari Dibersihkan 15 Ton Sampah Berhasil Diangkut, Bupati Ipuk Tegaskan Kesadaran Diri Untuk Jaga Lingkungan
Banyuwangi (beritajatim.com) – Upaya penanganan tumpukan sampah di Sungai Kali Mati Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi terus digencarkan.
Melalui aksi bersih-bersih yang telah dimulai sejak Senin lalu lebij dari 15 ton sampah telah diangkut. Sementara 90 persen target dari lokasi pembersihan sepanjang 800 meter aliran sungai telah ditangani.
Kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga setempat, pemerintah desa dan kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU Pengairan, Dinas PU CKPP, hingga Sungai Watch.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang datang langsung ke lokasi untuk melakulan pengecekan mengak, kondisi sungai kini sudah mulai terlihat bersih. Kendati demikian, tantangan terbesar masih berada di area muara karena faktor arus laut yang berpotensi membawa kembali sampah ke dalam sungai jika aliran air kencang.
Untuk mengatasi kendala tersebut, langkah cepat dan penyiapan infrastruktur terus dilakukan. “Kita sudah ada ekskavator, maka nanti kami meminta izin kepada Pemprov Jatim untuk nanti bisa melakukan penurunan ekskavator di muara untuk nanti melakukan pengambilan sampah secara besar-besaran menggunakan alat berat,” ujarnya.
Ipuk mengaku, persoalan kebersihan sungai dinilai tidak cukup hanya diselesaikan melalui aksi pembersihan semata, melainkan menuntut kesadaran dalam mengelola sampah dari tingkat rumah tangga.
Pihaknua juga turut mengimbau asyarakat agar lebih sadar akan dampak negatif dari pembuangan sampah sembarangan dan pengelolaan sampah yang buruk. Dampak tersebut tidak hanya merusak lingkungan dan kesehatan, tetapi juga mencoreng persepsi terhadap daerah.
“Jadi maka saya berharap kepada semua pihak, kita tidak perlu mencari siapa yang salah, mari kita bergerak bersama untuk mengatasi sampah yang ada di Kali Mati ini,” jelasnya.
Ipuk menambahkan, selain tumpukan sampah domestik, penertiban juga menyasar bangkai-bangkai kapal terbengkalai di sekitar lokasi. Saat ini Pemkab sedang melakukan pendataan kepemilikan kapal-kapal tersebut.
“Jika nantinya memang tidak ada nelayan atau pihak yang mengaku sebagai pemilik, aset kapal berbahan kayu berkualitas tinggi ini akan diambil alih oleh Dinas Perikanan serta DLG untuk didaur ulang dan diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat,” kata dia.
Dari kegiatan yang dilakukan salah satu nelayan setempat mengaku mendukung sepenuhnya aksi pembersihan yang berada di Sungai Kalimati. Mohammad Razak Cahyono mengaku, selama ini cukup dirugikan akibat sampah yang menumpuk.
Selain itu, menurutnya nelayan merugi karena tujuan untuk mencari ikan justru terkendala dengan adanya sampah yang membludak.
“Kalau banyak sampah, meskipun musim ikan tangkapan susah. Karena kalau menjaring isinya ya sampah semua. Makanya kami sangat senang dan mendukung program Pemkab Banyuwangi ini,” jelasnya. (alr/ian)
Link informasi : Sumber