Sempat Dirawat, Korban Pertikaian Jalanan di JLU Lamongan Meninggal

0

Lamongan (beritajatim.com) – Korban pertikaian jalanan yang melibatkan dua pengamen di Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari.

Korban berinisial AS (40), asal Solo, mengalami luka tusuk di sekitar perut, dalam pertikaian dengan sesama pengamen berinisial ML (30) asal Pasuruan.

“Kami mendapatkan informasi korban penusukan di sekitar lampu merah Jalan Lingkar Utara (JLU) Plosowahyu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sekitar pukul 10.00 WIB,” kata KBO Satreskrim Polres Lamongan, Iptu M. Yusuf Efendi, Senin (21/9/2026).

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah AS kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertikaian antar pengamen yang melibatkan AS dan ML terjadi di kawasan traffic light JLU Lamongan sisi barat, Sabtu (19/9/2026).

Peristiwa itu ditengarai akibat konflik rebutan lahan ngamen. Menurut pengakuan tersangka ML, korban sebelumnya kerap memperingatkan ML agar tidak mengamen di lokasi tersebut karena dianggap mengambil wilayahnya.

Puncaknya terjadi pada Sabtu (19/9/2026). Sekitar pukul 13.00 WIB, AS datang ke lokasi untuk meminta ML meninggalkan lokasi. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi adu mulut hingga keduanya terlibat duel.

Situasi semakin memanas ketika perkelahian berubah menjadi kontak fisik. Dalam duel tersebut, AS sempat berada di atas angin dan mengunci leher ML.

Dalam posisi itu, ML kemudian mengambil senjata tajam jenis sangkur yang berada di dalam tasnya dan menusukkan ke bagian perut AS.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada petugas. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan ML untuk dibawa ke Mapolres Lamongan. Sementara AS yang mengalami luka serius segera dilarikan ke RSML untuk mendapatkan perawatan. (fak/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.