Sentuhan Dingin Rakhmad Basuki Selamatkan Madura United dari Degradasi
Pamekasan (beritajatim.com) – Karateker Madura United FC, Rakhamd Basuki mengakui beratnya menjaga mental pemain di tengah hasil minor yang dialami timnya dalam mengarungi ketatnya jadwal kompetisi Super League 2025-2026, termasuk tantangan berat membangkitkan kepercayaan diri pemain dibalik ancaman degradasi.
Terlebih dirinya memimpin tim ditengah krisis motivasi, sekaligus perjuangan tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air musim depan. Bahkan di tengah tekanan kompresi, juga diakui sempat terjadi konflik antar pemain saat sesi latihan, dan pada akhirnya dapat diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan demi satu tujuan, yakni menyelamatkan Madura United dari degradasi.
Beruntung tim berjuluk Laskar Sape Kerrab berhasil memastikan diri bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia musim depan, khususnya pasca berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 pada laga pekan pamungkas Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Sabtu (23/5/2026).
Dua gol kemenangan tim kebanggaan suporter Madura Bersatu dari Pesut Etam, didapat berkat sepasang kontribusi penyerang asal Brasil, Junior Brandao. Pemain bernomor punggung 9 tersebut, berhasil mencetak gol pada menit 43′ dan 58′, sekaligus membawa timnya berhasil mengamankan poin dan selamat dari degradasi.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan hasil ini, kemenangan ini merupakan hasil perjuangan seluruh elemen tim yang berjuang ekstra keluar dari tekanan di sepanjang musim, sehingga kita bisa memastikan stay (tetap bertahan) di Super League musim depan,” kata Rakhmad Basuki, usai pertandingan.
Juru taktik yang familiar disapa Coach RB, juga mengakui laga menghadapi Pesut Etam berlangsung sulit khususnya pada interval pertama. Bahkan timnya sempat terlihat frustasi meladeni agresifitas permainan yang ditunjukkan tim tamu.
“Beruntung kita mampu menerapkan game plan yang sudah dipersiapkan, khususnya pada babak kedua hingga akhirnya kita bisa mengontrol jalannya pertandingan, dan mengunci kemenangan dengan skor 2-0,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaku beratnya beratnya menjaga mental pemain di tengah rentetan hasil buruk yang sempat dialami tim musim ini. Termasuk tantangan terberat membangkitkan kepercayaan diri pemain agar yakin memiliki kualitas yang sama dengan tim lain.
“Bahkan di tengah tekanan kompetisi, sempat terjadi konflik antarpemain saat latihan. Namun situasi tersebut berhasil diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan demi satu tujuan, yakni menyelamatkan Madura United dari degradasi,” pungkasnya. [pin/kun]
Link informasi : Sumber