Tak Hanya untuk Diet, Ini Fakta Menarik tentang Cuka Apel yang Jarang Diketahui
Surabaya (beritajatim.com)- Bagi banyak pencinta hidup sehat, Apple Cider Vinegar (ACV) atau cuka apel sudah tidak asing lagi. Minuman ini sering dianggap membantu menurunkan berat badan dan mengurangi nafsu makan. Namun, di balik popularitasnya, cuka apel ternyata memiliki sejarah panjang dan manfaat lain yang jarang diketahui.
Cuka apel sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Catatan sejarah menyebut masyarakat Babilonia kuno telah memanfaatkan cairan fermentasi ini sebagai bumbu masakan sekaligus pengawet alami. Kini, selain populer sebagai bagian dari pola hidup sehat, cuka apel juga mulai diteliti dalam dunia medis dan perawatan tubuh.
Minuman Para Prajurit dan Mulai Dilirik Dunia Medis
Jauh sebelum minuman energi modern muncul, para prajurit kuno diketahui mengonsumsi berbagai jenis cuka untuk menjaga stamina. Pasukan Romawi pada masa Julius Caesar misalnya, rutin meminum posca, campuran cuka dan rempah yang dipercaya membantu memulihkan tenaga saat perang.
Tradisi serupa juga ditemukan di Jepang kuno. Para Samurai mengonsumsi komesu atau cuka beras yang dicampur air untuk membantu menjaga energi tubuh setelah bertempur.
Kini, manfaat cuka, termasuk cuka apel, mulai banyak diteliti dalam dunia kesehatan modern. Beberapa penelitian menunjukkan kandungan antimikroba di dalamnya mampu membantu melawan bakteri mulut seperti Enterococcus faecalis dan Streptococcus mutans.
Membantu Penyerapan Zat Besi dan Menjaga Kulit
Cuka apel juga dipercaya dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Hal ini membantu proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin dalam tubuh.
Di dunia kecantikan, cuka apel dikenal sebagai bahan eksfoliasi alami karena mengandung Alpha Hydroxy Acids (AHA). Kandungan ini membantu mengangkat sel kulit mati, meredakan jerawat, dan menyamarkan noda hitam pada kulit.
Selain itu, cuka apel yang sudah diencerkan dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan pH alami kulit. Manfaat ini berasal dari kandungan bakteri baik dan ragi alami yang dikenal sebagai “The Mother”, yaitu endapan keruh yang muncul selama proses fermentasi.
Tetap Harus Digunakan dengan Bijak
Meski memiliki banyak manfaat, cuka apel tetap mengandung asam yang cukup tinggi. Karena itu, penggunaannya tidak boleh berlebihan.
Cuka apel sebaiknya selalu diencerkan sebelum diminum atau digunakan pada kulit untuk menghindari iritasi. Sifat asamnya juga dapat mengikis lapisan email gigi jika dikonsumsi langsung secara terus-menerus. Selain itu, penderita gangguan ginjal disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum rutin mengonsumsi cuka apel.
Dengan penggunaan yang tepat, cuka apel memang bisa menjadi salah satu pendukung pola hidup sehat. Namun, manfaatnya tetap perlu diimbangi dengan pola makan seimbang dan gaya hidup yang baik. [Meychel Salsabyla]
Link informasi : Sumber