Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 77 Persen, Ditarget Rampung Juni 2026

0

Ringkasan Berita:

  • Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai progres 77 persen.
  • Sekolah berdiri di atas lahan 7 hektare di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.
  • Kompleks pendidikan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
  • Proyek ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.

Banyuwangi (beritajatim.com) – Progres pembangunan Sekolah Rakyat yang difasilitasi pemerintah pusat di Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Juni 2026, pembangunan sekolah yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, tersebut telah mencapai sekitar 77 persen.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan saat ini Sekolah Rakyat sementara di Banyuwangi menempati dua lokasi, yakni Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.

“Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Ipuk menjelaskan, Sekolah Rakyat yang tengah dibangun berdiri di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Pembangunan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional.

Kawasan pendidikan tersebut akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai, asrama putra dan putri untuk setiap jenjang pendidikan, serta rumah susun guru.

Selain itu juga tersedia gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur umum, kantin untuk masing-masing jenjang pendidikan, serta guest house.

Fasilitas penunjang lainnya mencakup lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, tempat pembuangan sampah sementara (TPS), green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, area parkir kendaraan, gerbang utama, hingga signage kawasan.

“Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak,” ujar Ipuk.

Manajemen Konstruksi proyek, Johansyah, menambahkan percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Juni 2026.

Menurutnya, total ruang belajar yang dibangun mencapai 38 rombongan belajar yang terdiri dari 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan sembilan rombel SMA.

“Sampai hari ini progresnya sudah 77 persen. Bangunan seperti asrama, gedung, dan fasilitas penunjang sekarang untuk masing-masing pekerjaan ini kurang lebih progresnya di 75 sampai 80 persen. Target kami bulan ini selesai,” tandas Johan. [alr/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.