Upacara HJKS, Cak Ji Sampaikan Capaian Ekonomi Kota hingga Infrastruktur Energi
Surabaya (beritajatim.com) – Upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar secara khidmat di Halaman Balai Kota Surabaya pada Minggu pagi (31/5/2026).
Agenda tahunan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, dengan dihadiri jajaran Forkopimda, Konsul Jenderal negara sahabat, tokoh masyarakat, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH).
Dalam amanatnya, Cak Ji menyampaikan berbagai pencapaian strategis kota yang terus menjunjung tinggi semangat keberlanjutan dan humanis berlandaskan falsafah Pancasila.
Adapun capaian kota yang dipaparkan tersebut mencakup kemajuan di sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, ekonomi, hingga infrastruktur.
(Capaian Sektoral Kota Surabaya *Tebal*
• Sektor Kesehatan
Pada sektor kesehatan, Cak Ji mengatakan bahwa Pemkot Surabaya sukses memperkuat layanan melalui tiga RSUD, program satu RW satu nakes, integrasi layanan primer di 153 kelurahan, serta optimalisasi 2.191 Posyandu Keluarga.
”Upaya ini membawa indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Surabaya mencapai 85,65%, sebagai yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur,” ujar Armuji.
Di samping itu, komitmen kuat pemkot dalam bidang kesehatan juga berhasil menekan prevalensi stunting secara signifikan dari tahun ke tahun.
”Hingga tahun 2025, prevalensi stunting kita telah mencapai 0,59%,” ungkap Armuji bangga.
• Sektor Pendidikan
Beralih ke sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses wajib belajar 13 tahun bagi seluruh anak tanpa terhambat kendala ekonomi keluarga.
Langkah tersebut diperkuat lewat program inklusi di empat Rumah Anak Prestasi (RAP) serta beasiswa Pemuda Tangguh yang menyasar 16.801 siswa SMA sederajat dan 5.874 mahasiswa.
Ke depan, Armuji memastikan bahwa pemkot akan memprioritaskan akses perguruan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin guna memutus rantai kemiskinan.
”Ke depan kita memfokuskan pada pemberian akses pendidikan yang tinggi bagi anak keluarga miskin agar pendidikan menjadi senjata untuk merubah kesejahteraan keluarga menjadi yang lebih baik,” katanya.
• Sektor Ekonomi
Di tengah dinamika global seperti konflik geopolitik dan perang dagang, Armuji memaparkan bahwa kondisi perekonomian Surabaya terbukti tetap tangguh dan tumbuh positif.
Tercatat pada tahun 2025, ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 triliun.
”Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Surabaya bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur,” paparnya.
Tren positif ini kian lengkap karena ditopang oleh inflasi yang terkendali di angka 2,96%, diikuti penurunan angka kemiskinan menjadi 3,56% pada tahun 2025.
”Ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Surabaya tidak hanya diarahkan untuk menciptakan angka, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” paparnya.
Demi menjaga momentum ini, Pemkot Surabaya juga berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan secara inklusif melalui pendampingan UMKM dan pembukaan lapangan kerja baru.
”Kita ingin Surabaya tetap tumbuh tapi juga adil; ekonominya bergerak tetapi warganya tidak tertinggal,” tegasnya.
• Sektor Lingkungan dan Infrastruktur
Sementara di bidang lingkungan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat lewat TPS 3R kini mampu mengolah 168,62 ton sampah per hari, di samping optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
”Sementara itu pengelolaan sampah melalui pembangkit tenaga listrik sampah mampu kelola sampah sampai dengan 1.600 ton per hari dan menghasilkan total kapasitas energi hingga 11 Megawatt per hari,” urainya.
Pada sektor infrastruktur, Cak Ji menyebut pemkot telah membangun saluran drainase sepanjang 273,03 kilometer di 2.535 lokasi, mendirikan tujuh rumah pompa baru, merenovasi 11.294 unit Rutilahu, serta memasang PJU di 123.366 titik.
”Dampaknya bisa dilihat berkurangnya 295 lokasi titik banjir,” jelas Armuji sembari menambahkan bahwa penguatan berbasis komunitas juga diakomodasi lewat Kampung Pancasila dan gerakan gotong-royong warga.
Menutup amanatnya, Armuji menyampaikan permohonan maaf atas ekspektasi warga yang belum sepenuhnya terpenuhi, sekaligus menegaskan komitmen pemkot untuk terus membuka ruang partisipasi publik demi Surabaya yang lebih baik.
“Kami menyadari bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota belum sepenuhnya mampu seluruh harapan warga Surabaya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga,” pungkasnya. (rma/aje)
Link informasi : Sumber