Warga Mojodadi Jombang Tuntut Pabrik Plastik Ditutup Sementara, Pertemuan Berlangsung Tegang

0

Ringkasan Berita:

  • Pertemuan warga Dusun Mojodadi dengan perwakilan pabrik biji plastik di Jombang berlangsung tegang akibat dugaan pencemaran limbah.
  • Warga mengeluhkan bau asap, dugaan pencemaran air sumur, hingga gangguan pernapasan yang membuat mereka meminta pabrik ditutup sementara.
  • Pihak PT Sinar Gemilang Plastik berjanji melakukan pembenahan saluran limbah, namun warga mengancam aksi lanjutan jika tidak ada tindakan nyata.

Jombang (beritajatim.com) – Pertemuan antara warga terdampak dugaan pencemaran limbah dengan perwakilan pabrik pengolahan biji plastik di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berlangsung tegang, Sabtu malam (27/6/2026).

Warga menuntut penghentian sementara operasional pabrik hingga persoalan pembuangan limbah yang diduga mencemari lingkungan benar-benar ditangani.

Puluhan warga Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, menggelar pertemuan negosiasi dengan pihak perwakilan pabrik pengolahan biji plastik yang berada di wilayah tersebut.

Pertemuan yang digelar di salah satu rumah warga itu berlangsung dalam suasana panas karena warga meminta penjelasan langsung dari manajemen terkait dugaan pembuangan limbah yang mereka anggap telah meresahkan.

Warga menyebut limbah dari cerobong asap dan saluran air pabrik mengarah langsung ke permukiman. Kondisi tersebut, menurut warga, menimbulkan bau menyengat yang menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak napas dan pusing.

Selain itu, air sumur warga juga diduga ikut tercemar sehingga tidak lagi layak dikonsumsi. Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan minum dan memasak sehari-hari.

Salah satu warga, Edi Sunarko (47), menegaskan bahwa persoalan ini sudah berlangsung cukup lama meski sebelumnya sempat ada kesepakatan dengan pihak pabrik. Dalam pertemuan di balai desa, pihak perusahaan disebut pernah berjanji memperbaiki sistem pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan.

“Namun komitmen tersebut tidak dijalankan secara maksimal karena aktivitas produksi tetap berjalan,” kata Edi Sunarko.

Foto BeritaJatim.com
Pertemuan warga Dusun Mojodadi dengan pihak manajemen pabrik plastik

Pertemuan yang berlangsung dengan ketegangan tersebut akhirnya dilerai oleh petugas keamanan yang berada di lokasi. Situasi sempat memanas ketika warga kembali mendesak agar pabrik menghentikan sementara operasionalnya sampai ada perbaikan sistem pengelolaan limbah yang dinilai aman bagi lingkungan sekitar. “Kami akan kembali menggelar demonstrasi apabila tuntutan tidak dipenuhi,” ujar Edi.

Mereka sebelumnya telah mendatangi langsung pabrik untuk meminta penghentian sementara produksi sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran yang terjadi.

Edi Sunarko menyampaikan bahwa dampak limbah sudah sangat mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama kesehatan dan kualitas air bersih. “Sekali lagi kami meminta kepastian agar lingkungan kembali aman untuk dihuni,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen PT PT Sinar Gemilang Plastik yang diwakili Eko Harnowo menyatakan akan melakukan pembenahan terhadap saluran pembuangan limbah. Pihak perusahaan juga berjanji segera memenuhi tuntutan warga dan melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan limbah yang ada.

“Perusahaan tetap menghormati dan menghargai warga setempat. Selama ini pengolahan limbah sudah sesuai, tapi memang ada kebocoran yang mengarah ke sungai yang mengalir ke warga. Nah, itu akan kita tata ulang. Lalu kita lakukan uji emisi,” jelas Eko.

Meski telah ada pernyataan dari pihak perusahaan, warga masih menunggu langkah konkret di lapangan. Mereka menegaskan akan terus mengawal proses perbaikan hingga tidak ada lagi dampak pencemaran yang merugikan masyarakat sekitar. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.