Pengakuan Tetangga Kos Ungkap Aktivitas Terakhir Wanita Jombang Sebelum Ditemukan Tewas di Putat Jaya Surabaya
Ringkasan berita:
- Korban diduga terakhir terlihat beraktivitas bersama teman pria berinisial Y saat berbelanja di sekitar kos.
- Hubungan korban dengan Y disebut telah berlangsung sekitar satu tahun dan dikenal warga sekitar.
- Polisi masih menunggu hasil autopsi dan mengumpulkan bukti tambahan dari TKP untuk mengungkap pelaku.
Surabaya (beritajatim.com) – Kasus pembunuhan terhadap Suharti Ningsih (51), warga Jombang yang indekos di kawasan Putat Jaya, Surabaya, masih terus dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian. Sejumlah saksi mulai memberikan keterangan penting terkait aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas di kamar kosnya pada Kamis (25/6/2026) malam.
Salah satu tetangga korban, Rani (34), mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat korban bersama seorang pria yang dikenal sebagai Y. Pria tersebut disebut merupakan warga Menganti, Gresik.
“saya sempat melihat terakhir ya hari Selasa itu mas. Dia sama teman prianya belanja,” kata Rani, Minggu (28/6/2026).
Menurut Rani, hubungan antara korban dan Y sudah terjalin cukup lama dan dikenal oleh warga sekitar. Y bahkan kerap datang ke kamar kos korban dan tinggal di lantai dua kontrakan tersebut. Meski demikian, hubungan keduanya disebut berjalan harmonis tanpa konflik yang diketahui tetangga.
Rani memaparkan bahwa Y dan Suharti telah menjalin hubungan spesial hampir setahun. Y biasa datang ke kamar kos Suharti dan tidur di kontrakan lantai dua. Hubungan asmara antara Y dan Suharti pun disebut mesra dan jauh dari konflik.
“Tetangga disini tak pernah dengar mereka berdua ribut kok. Kayaknya sudah setahunan. Sama terangga sini juga kenal,” jelasnya.
Saksi lain, Lidya, juga mengaku mengenal Y dan mengetahui latar belakang kehidupan korban. Ia menyebut korban sebelumnya pernah menikah sebelum akhirnya kembali ke Putat Jaya sebagai janda cerai sekitar tahun 2020.
“Dulu memang sempat pergi kayaknya sebelum tahun 2020 itu sudah menikah tapi tidak tahu dengan siapa, terus pergi,” terangnya.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Sawahan terus melakukan pendalaman kasus. Kapolsek Kompol Muljono menegaskan bahwa semua informasi yang masuk akan diverifikasi sebelum disimpulkan sebagai fakta hukum.
“Masih terus kami selidiki, semua informasi kami tampung. Namun tentu akan kami selidiki dan verifikasi kebenarannya. Sampai saat ini kami masih terus berusaha mengungkap fakta yang sebenar-benarnya,” tegas Kapolsek Sawahan.
Diketahui, korban pertama kali ditemukan oleh warga setelah keluarga kos curiga karena korban tidak merespons panggilan. Umar mengatakan proses penemuan berawal dari upaya membuka kamar kos yang terkunci.
“Sempat didobrak bersama warga. Pas berhasil korban sudah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah,” kata Umar.
Setelah itu, warga melaporkan kejadian tersebut ke perangkat kampung dan pihak kepolisian. Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya kemudian melakukan olah TKP.
Menurut kepolisian, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan barang berharga korban yang hilang. Namun, ditemukan sejumlah luka tusuk pada tubuh korban yang menguatkan dugaan tindak kekerasan.
Kompol Muljono menambahkan bahwa dugaan awal mengarah pada tindak pembunuhan, meski penyidik masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara lengkap. [ang/suf]
Link informasi : Sumber