10 Tokoh Probolinggo Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Tengger, Ada Amanah Besar di Malam Resepsi Yadnya Kasada
Probolinggo (beritajatim.com) – Di tengah khidmatnya perayaan Yadnya Kasada 2026 di kawasan Bromo Tengger, sebuah prosesi yang tak kalah menarik perhatian berlangsung. Sepuluh tokoh penting dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan hingga pemerintah daerah resmi dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Sesepuh Masyarakat Tengger.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Dukun Pandita Romo Sutomo didampingi Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono, dalam sebuah ritual adat yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Yadnya Kasada, Sabtu malam.
Mereka yang menerima penghormatan tersebut antara lain Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arh Peppy Ribut Yudo Apriyanto beserta istri, Danyon TP 836/Brama Yodha beserta istri, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri beserta istri, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif beserta istri, Kajari Probolinggo, serta Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Pengukuhan tokoh kehormatan bukan sekadar seremoni. Di balik penyematan tersebut tersimpan pesan kuat dari masyarakat Tengger bahwa para tokoh yang dipilih diharapkan turut mengemban tanggung jawab moral menjaga keamanan, kelestarian budaya, serta keberlangsungan kawasan Bromo sebagai destinasi wisata dan kawasan adat yang sakral.
Dalam sambutannya, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif yang mewakili para penerima penghargaan mengakui bahwa status kehormatan tersebut justru menambah beban tanggung jawab bagi para penerimanya.
“Karena terpilih sebagai tokoh kehormatan, ini artinya menambah beban tanggung jawab lebih bagi kami. Kami harus turut menjaga agar wilayah Tengger aman dan tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan menarik,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arh Peppy Ribut Yudo Apriyanto. Meski baru menjabat di Probolinggo, ia mengaku merasa terhormat mendapat kepercayaan dari masyarakat Tengger.
“Terima kasih kepada warga Tengger dan Romo Pandita yang telah mengukuhkan saya sebagai warga kehormatan. Ke depan kami akan terus berkolaborasi, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan tokoh maupun masyarakat Tengger untuk menjaga kawasan Bromo Tengger,” katanya.
Menariknya, tradisi pengukuhan warga kehormatan ini bukan hal baru. Setiap perayaan Yadnya Kasada, masyarakat Tengger secara selektif memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki peran penting terhadap kehidupan masyarakat Tengger dan kawasan Bromo. Tahun sebelumnya, penghormatan serupa diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo serta Wali Kota Probolinggo.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri yang turut menerima gelar kehormatan menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol adat, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Setelah dikukuhkan sebagai tokoh kehormatan, ada tanggung jawab besar bagi kami untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah Bromo Tengger,” tegasnya.
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan dan berkembangnya kawasan Bromo sebagai salah satu destinasi unggulan nasional, pengukuhan tokoh kehormatan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Tengger tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga membangun kemitraan dengan para pemangku kepentingan.
Harapannya, keseimbangan antara pelestarian budaya, keamanan kawasan, dan pengembangan pariwisata dapat terus terjaga di masa mendatang. [rap/suf]
Link informasi : Sumber