Selada Hasil Budidaya Warga Binaan Lapas Lamongan Suplai Program MBG hingga 75 Kg per Pekan

0

Ringkasan Berita:

  • Lapas Kelas IIB Lamongan memasok 75 kilogram selada per pekan untuk Program Makan Bergizi Gratis melalui kerja sama dengan SPPG Keduyung.
  • Budidaya selada menjadi bagian program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
  • SPPG Keduyung yang melayani sekitar 2.300 penerima manfaat menilai kualitas dan kontinuitas produksi selada dari Lapas Lamongan sangat membantu kebutuhan program MBG.

Lamongan (beritajatim.com) – Selada hasil budidaya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan kini mulai rutin menyuplai kebutuhan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan. Melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung, hasil panen selada dari dalam lapas tersebut dipasok hingga 75 kilogram setiap pekan guna memenuhi kebutuhan ribuan penerima manfaat program MBG.

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, mengatakan keberhasilan budidaya selada tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan warga binaan mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas dan bernilai ekonomi.

“Selada yang dibudidayakan warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan secara rutin kepada mitra SPPG Keduyung, untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” kata Heri, Senin (1/6/2026).

Menurut Heri, program pembinaan yang dijalankan di Lapas Lamongan tidak hanya berfokus pada pemberdayaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah. Program agro-pangan tersebut menjadi sarana pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa hukuman.

Selain membudidayakan selada, Lapas Lamongan juga mengoptimalkan lahan produktif melalui pengembangan sektor agrobisnis dan perikanan. Berbagai komoditas yang dikembangkan meliputi ikan patin, padi, hingga tanaman hortikultura. Bahkan, lapas tersebut telah berhasil melaksanakan panen ikan patin sebanyak dua kali di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

“Kami juga mengembangkan pertanian padi melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Untuk kebutuhan dapur lapas sendiri, sebagian sudah memanfaatkan hasil panen kangkung premium yang dibudidayakan warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan SPPG Keduyung, Elan Mahardika, menyatakan kualitas dan kontinuitas produksi selada dari Lapas Lamongan sangat membantu menjaga pasokan bahan pangan lokal untuk mendukung keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis.

“Selada menjadi kebutuhan vital bagi kami karena digunakan hampir di setiap porsi makanan yang kami distribusikan. Saat ini kami melayani sekitar 2.300 penerima manfaat, sehingga kebutuhan selada cukup besar dan harus tersedia rutin,” kata Elan.

Kerja sama antara Lapas Lamongan dan SPPG Keduyung bermula setelah pihak SPPG melihat unggahan hasil budidaya selada warga binaan melalui akun Instagram resmi Lapas Lamongan. Ketertarikan terhadap kualitas hasil panen tersebut mendorong pihak SPPG melakukan kunjungan langsung ke lokasi.

“Karena tertarik melihat kualitas seladanya, kami langsung agendakan berkunjung. Saat di lokasi, kami melihat langsung melimpahnya hasil budidaya warga binaan, mulai dari selada, kangkung hingga peternakan kambing. Ini menunjukkan lapas punya potensi produksi yang luar biasa dan sangat strategis jadi mitra kami,” ujarnya.

Keberhasilan kerja sama ini menunjukkan bahwa program pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus mendukung penyediaan bahan pangan lokal untuk program pemerintah yang menyasar masyarakat luas. [fak/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.