28 Ribu Santri Banyuwangi Ikut Cek Kesehatan Gratis Peringati HSN 2026
Ringkasan Berita:
- Pemkab Banyuwangi menggelar cek kesehatan gratis bagi 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026.
- Pemeriksaan mencakup tekanan darah, hemoglobin, mata, gigi dan mulut, serta deteksi penyakit menular dan tidak menular.
- Santri dan warga pesantren yang terindikasi mengalami masalah kesehatan akan mendapat penanganan dan pemantauan dari puskesmas terdekat.
- Rangkaian peringatan HSN 2026 di Banyuwangi juga diisi Festival Anak Sholeh, Santri Mengajar, Rembuk Santri, Pelatihan Masjid Affiliate, dan Santri Enterpreneur.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar cek kesehatan gratis (CKG) bagi 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan santri sekaligus meningkatkan kesadaran warga pesantren terhadap pentingnya pola hidup sehat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat, termasuk para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Hal itu disampaikan Ipuk saat meninjau pelaksanaan CKG di Pondok Pesantren Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (15/10/2026).
“Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul. Pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga untuk memberikan edukasi agar seluruh warga pesantren terbiasa hidup sehat,” ujar Ipuk.
Pemeriksaan kesehatan yang diberikan kepada para santri meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan hemoglobin untuk mendeteksi anemia, pemeriksaan mata, serta pemeriksaan gigi dan mulut. Tim medis juga menyediakan konsultasi kesehatan untuk membantu mendeteksi penyakit menular serta pemeriksaan penyakit tidak menular, seperti diabetes dan kolesterol.
Selain pemeriksaan individu, tim medis memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, serta pentingnya menjaga sanitasi lingkungan pondok pesantren.
Santri maupun warga pesantren lainnya yang terindikasi mengalami masalah kesehatan akan mendapatkan penanganan langsung dari tim medis. Selanjutnya, kondisi kesehatan mereka akan terus dipantau melalui puskesmas terdekat.
“Melalui program cek kesehatan gratis diharapkan seluruh santri, ustad ustadzah dan pengurus pondok pesantren dapat terjaga kesehatannya secara berkelanjutan. Sehingga pesantren menjadi pusat pendidikan yang produktif, sehat dan berdaya saing,” harap Ipuk.
Ipuk menegaskan, Pemkab Banyuwangi akan terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembentukan akhlak, disiplin dan kemandirian. Terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh pengasuh dan pengurus pesantren atas dedikasi dan pengabdiannya,” pungkas Ipuk.
Selain cek kesehatan gratis, peringatan HSN 2026 di Banyuwangi juga diisi sejumlah kegiatan. Rangkaian acara tersebut meliputi Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober, Santri Mengajar pada 19 Oktober, Rembuk Santri pada 20 Oktober, Pelatihan Masjid Affiliate pada 21 Oktober, serta Santri Enterpreneur pada 22 Oktober.
Puncak peringatan HSN 2026 akan digelar melalui upacara pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan tanggal peringatan Hari Santri setiap tahunnya. [alr/beq]
Link informasi : Sumber