Bawa Lima Tuntutan, Aliansi Suroboyo Bergerak Serukan Prabowo-Gibran Mundur

0

Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Suroboyo Bergerak (ASAB) menggelar aksi demonstrasi damai di Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo, Minggu (8/11/2026). Dalam Aksi tersebut, massa aksi dari ASAB membawa lima tuntutan termasuk menuntut agar Prabowo-Gibran mundur dari kursi pemerintahan.

Koordinator ASAB, Kardono S Rakhmadi mengatakan, aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk keresahan bersama terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Seperti penanganan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pasar modal yang tidak stabil, lambatnya penanganan bencana hingga kasus keracunan progeram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terjadi.

“Selain itu juga kami sampaikan keresahan kami atas praktik rangkap jabatan dan gemuknya kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran hingga lemahnya transparansi keuangan negara,” kata Kardono.

Kardono menjelaskan, anggaran negara merupakan uang rakyat yang harus dikelola dengan mengedepankan manfaat bersama. Bukan malah membuat program yang tidak diperlukan rakyat.

“Program seperti MBG, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes), Program Strategis Nasional (PSN) dan Batalyon Teritorial Pembantu menyerap anggaran hampir Rp1.000 triliun. Sementara masih banyak kebutuhan rakyat lain yang lebih mendesak,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta aksi yang berasal dari Aliansi Arek Gerak dan Srikandi Surabaya, Putri Bunga menyoroti peran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Karhutla. Menurut Putri, ketidak mampuan pemerintah dalam menangani persoalan Karhutla bisa dilihat dari carut marutnya data korban terdampak.

“Pendataan korban terdampak merupakan hal dasar. Sampai hari ini kan tidak ada angka pasti terkait jumlah korban dan berapa kerugiannya. Sampai sekarang pun ada korban bencana yang meninggal di tenda pengungsian tuh ada,” jelas Putri. (ang/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.