Sekolah Rakyat Kediri Ramai Peminat, Pendaftar SMP dan SMA Lampaui Kuota

0

Ringkasan Berita

  • Peminat Sekolah Rakyat Kediri terus bertambah selama proses penjangkauan berlangsung.
  • Calon siswa SMP dan SMA yang layak dan berminat telah melampaui kuota.
  • Verifikasi dilakukan terhadap keluarga Desil 1 dan Desil 2.
  • Progres pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 80 persen.

Kediri (beritajatim.com) – Sekolah Rakyat Kediri menunjukkan daya tarik yang semakin tinggi di kalangan masyarakat. Hingga awal Juni 2026, jumlah calon siswa jenjang SMP dan SMA yang dinyatakan layak sekaligus berminat mengikuti program tersebut telah melampaui kuota yang tersedia.

Meski demikian, proses penjangkauan dan verifikasi calon siswa masih terus berlangsung. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial menargetkan seluruh tahapan penjangkauan selesai pada akhir Juni 2026 sebelum penetapan peserta didik dilakukan secara resmi.

Penjangkauan Masih Berlangsung Hingga Akhir Juni

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, menjelaskan proses penjangkauan masih dilakukan secara intensif bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan petugas dari Kementerian Sosial.

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan calon siswa yang terpilih benar-benar berasal dari keluarga yang menjadi sasaran program, yakni keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data Kemensos.

“Kemudian terkait proses, istilahnya penjangkauan. Penjangkauan sampai saat ini kita masih dalam proses, karena nanti sampai akhir Juni, akhir Juni itu baru proses penjangkauan selesai baru ditetapkan,” katanya.

Menurut Subur, proses verifikasi tidak sederhana karena mencakup puluhan ribu keluarga yang tercatat dalam basis data pemerintah.

“Penjangkauan itu kita dari database yang dikeluarkan Kemensos keluarga kita ada sekian, ada 42 ribu KK yang harus kita jangkau di situ dan 42 ribu itu tentunya tidak selalu punya anak ya. Dan juga yang punya anak belum tentu juga berminat,” terangnya.

Peminat SMP dan SMA Lampaui Kuota

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah calon siswa yang telah memenuhi syarat dan menyatakan kesediaan mengikuti program.

Untuk jenjang SMP, jumlah calon siswa yang dinyatakan layak dan berminat mencapai 137 anak, sementara kuota yang tersedia hanya 90 siswa.

Sedangkan pada jenjang SMA, jumlah calon siswa yang memenuhi syarat dan berminat mencapai 167 anak dari kuota yang sama, yakni 90 siswa.

“SMP minat dan layak 137, kuota 90, SMA 167. Ini kan masih ada berjalan terus, waktunya berjalan, tentunya juga bisa bertambah, juga bisa berkurang,” jelas Subur.

Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Minat Jenjang SD Masih Rendah

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA, minat masyarakat untuk mendaftarkan anak ke Sekolah Rakyat tingkat SD masih relatif rendah.

Menurut Subur, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kesiapan orang tua dalam melepas anak usia sekolah dasar untuk tinggal terpisah dari keluarga.

“Dari sekian anak kita sampai saat ini SD yang masih sepi minat, enggak tahu ya, memang karena SD untuk pisah dengan orang tuanya,” ujarnya.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri dalam proses rekrutmen peserta didik tingkat sekolah dasar.

Seleksi Berdasarkan Tingkat Kerentanan Keluarga

Subur menjelaskan bahwa apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, maka akan dilakukan proses pemeringkatan berdasarkan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi keluarga.

Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan antara lain kondisi ekonomi, keberadaan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, hingga tingkat kebutuhan bantuan pendidikan.

“Tentunya kita nantikan mekanisme peringkingan ya, artinya yang paling prioritas, yang paling layak itu direking sampai nanti 90,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, program diharapkan tepat sasaran dan mampu memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang paling membutuhkan.

Pembangunan Fasilitas Capai 80 Persen

Di sisi lain, persiapan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat juga terus dikebut. Hingga pekan lalu progres pembangunan fasilitas tercatat mencapai sekitar 76 persen.

Saat ini, Dinas Sosial memperkirakan progres pembangunan telah menembus angka lebih dari 80 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.

“20 Juni ini clear, sekarang mungkin sudah, kalau kemarin minggu kemarin 76, mungkin sekarang sudah 80 lebih lah,” tegas Subur.

Setelah pembangunan rampung, seluruh peserta didik akan menempati fasilitas pendidikan dan asrama yang telah disiapkan secara terpusat.

Menurut Subur, sistem pembelajaran yang diterapkan nantinya tetap mengikuti standar pendidikan formal sebagaimana sekolah pada umumnya. Sementara penetapan resmi peserta didik akan dilakukan setelah seluruh proses penjangkauan dan verifikasi selesai pada akhir Juni 2026.

“Belajar sesuai sama dengan sekolah-sekolah yang lain, artinya proses penjangkauan sampai dengan akhir Juni ini, SK-nya nanti akhir Juni sudah ditetapkan,” tandasnya. [nm/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.