Tewas Misterius di Kos Jogoroto Jombang, Wanita 47 Tahun Diduga Dianiaya Kakak Sendiri
Ringkasan Berita
- Seorang wanita berinisial CH (47) di kos wilayah Jogoroto, Jombang, tewas diduga akibat dianiaya kakak kandungnya sendiri.
- Korban ditemukan dengan luka memar, lebam, hingga dugaan bekas cekikan di leher sebelum dimakamkan.
- Polisi memasang garis polisi di lokasi kos dan makam, sementara kasus ditangani Satreskrim Polres Jombang.
Jombang (beritajatim.com) – Seorang penghuni kos di Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berinisial CH (47) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Wanita ini diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri, SL (50), di kamar kos yang mereka tempati bersama.
Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kos yang baru mereka huni sekitar dua minggu. CH diketahui tinggal bersama SL, sementara suami SL disebut kerap datang pada malam hari.
Keluarga tersebut berasal dari Kecamatan Peterongan. CH meninggal dunia pada Jumat (12/6/2026) siang dengan sejumlah luka memar di tubuh, termasuk luka di bagian tubuh yang mengindikasikan adanya kekerasan fisik.
Namun, peristiwa tersebut tidak segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat baru bergerak pada Minggu (14/6/2026), ketika jajaran kepolisian mendatangi lokasi kejadian dan memasang garis polisi di kamar kos tersebut.
Tidak hanya itu, petugas juga mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, dan memasang police line di makam korban.
“Saat jasadnya diangkat, tubuh korban lebam-lebam. Bahkan ada luka di bagian telinga. Dugaannya, korban ini meninggal akibat dianiaya oleh kakaknya sendiri,” ujar Ayu Sarifah (26), tetangga kos korban, Minggu (14/6/2026).
Ayu menuturkan, kekerasan bermula saat SL hendak berangkat kerja dan CH disebut sempat menolak ditinggal. Situasi memanas ketika korban meminta uang dan diberikan Rp5 ribu, namun tidak menerimanya hingga berujung pada dugaan penganiayaan berat.
“Dipukuli pakai tangan kosong. Lalu dibenturkan ke tembok. Juga dipukul pakai gagang sapu. Sejurus kemudian kakaknya nangis-nangis, minta tolong. Bilang kalau adiknya meninggal terpeleset di kamar mandi,” kata Ayu Sarifah.
Meski terdapat sejumlah kejanggalan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah CH. Warga sekitar juga menyebut korban memiliki kondisi autis dan baru dua minggu tinggal di kos tersebut sebelum peristiwa terjadi.
Sementara itu, kepolisian membenarkan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Penanganan kasus kini telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang.
Kapolsek Jogoroto AKP M Djulan menyatakan pihaknya hanya membantu proses awal di lapangan. “Namun saat ini langsung ditangani oleh Satreskrim Polres Jombang. Dari polsek sekadar membantu,” ujar Djulan. [suf]
Link informasi : Sumber